SABTU, 4 JUNI 2016
Sebelumnya, perkenalkan. Nama gue Sherly, seorang perempuan blasteran(?) yang lahir dan berkembang di Bontang.
Masih asing denger kata 'Bontang'?
Sebelumnya, perkenalkan. Nama gue Sherly, seorang perempuan blasteran(?) yang lahir dan berkembang di Bontang.
Masih asing denger kata 'Bontang'?
Makanya, jangan cuma tau nama-nama kota besar di Indonesia doang. Jangan nganggep Indonesia itu cuma pulau Jawa doang. Kalimantan itu juga Indonesia loh... Bontang itu ada di Kalimantan loh.. Tepatnya di Kalimantan Timur loh..
![]() |
| Ini peta Kalimantan--via archipelagofastfact.wordpress.com |
Masih belom tau juga? Mungkin bagi penggemar sepak bola, bakalan ngeh sama PS Bontang PKT. Kesebelasan satu ini dulu jaya banget waktu masih dipegang sama perusahaan pupuk di kota Bontang (PKT).
Namun, waktu udah dipegang sama pemda, jadi gak karu-karuan. Gaji telat lah, apalah...
Ah, sudahlah.
Namun, waktu udah dipegang sama pemda, jadi gak karu-karuan. Gaji telat lah, apalah...
Ah, sudahlah.
Buat beberapa orang yang pertama kali kenal gue (semisal pas gue lagi merantau kuliah di Malang, Jawa Timur), pasti langsung merasa takjub pas tau gue perantauan Kalimantan. Tapi, kemudian dengan kampretnya suka banget nodong gue dengan pertanyaan:
1. "Kok kuliah di Jawa? Emang di Kalimantan nggak ada tempat kuliah?"
2. "Kalo kuliah disini, lo pulangnya jarang ya? Tiket pulang-pergi mahal ya?"
3. "Eh, dari Kalimantan? Kok gak putih? Kan biasanya cewek-cewek Kalimantan putih?"
4. "Eh, lo susah sinyal nggak disana? Rumah lo pas di pedalamannya nggak?"
5. "Rumah lo kayak rumah-rumah disini nggak? Apa bentuknya beda?"
6. "Sher, lo ngomongnya cepet banget. Pelan dikit dong!"
7. "Ngomong bahasa Kalimantan dong, kita pengen tau.."
8. "Logat lo lucu ya. Semua orang Kalimantan apa gitu ngomongnya?"
Jadi, pertanyaan mereka biasa dimulai kenapa-gue-kuliah-di-jawa kemudian berlanjut ke hal-hal kampret lainnya.
Gue akan mencoba menjawab contoh-contoh pertanyaan diatas. Sebenernya sih pertanyaan gituan udah gue jawab langsung ke mereka yang nanya. Tapi, demi memuaskan rasa penasaran para pembaca gue, gak apa gue jawab lagi di mari. Itung-itung ngisi daftar postingan di blog.
| Mau ke LA? Icip Bontang dulu bisa banget --via www.dahsyat.net |
1. "Kok kuliah di Jawa?
Emang di Kalimantan nggak ada tempat kuliah?"
Pertama ya. Gue kuliah di Jawa ya karena gue kepengen. Bukannya disana nggak ada universitas, tapi ya seperti yang kita ketahui semua. Pendidikan di Indonesia lebih banyak berpusat di pulau Jawa.
Helooooooooo~~~~~ Indonesia nggak cuma pulau Jawa kalik! Walopun pemerintah udah koar sana-sini buat menyamaratakan pendidikan, tetep aja kenyataan di lapangan kadang beda jauh. Jadi, gue ya milih sekolah di Jawa.
Lagipula, orang tua gue ngijinin gue pergi jauh kok. Nggak kayak temen-temen gue semasa SMA yang laen (terutama anak cewek) yang gak dibolehin keluar jauh dari Kalimantan. Jadinya, mereka pada milih kuliah disana (misal di Samarinda atau di Balikpapan).
Dan ortu gue pun mendukung penuh gue sekolah di luar. Mungkin pengen nendang gue dari rumah biar gak ngabisin banyak nasi tiap hari.
![]() |
| Merantaulah, biar tau rasanya ngerantau --via tulisandila.wordpress.com |
Dan ortu gue pun mendukung penuh gue sekolah di luar. Mungkin pengen nendang gue dari rumah biar gak ngabisin banyak nasi tiap hari.
**
2. "Kalo kuliah disini, lo pulangnya jarang ya?
Tiket pulang-pergi mahal ya?"
Lalu.... harga tiket pesawat yang mahal? Ya itu relatif sih. Gue biasanya naik pesawat dari Bontang ke Balikpapan (pake pesawat perusahaan) terus lanjut pesawat Balikpapan ke Surabaya dan lanjut perjalanan darat ke Malang.
Iya. Jadi pantat gue bisa tepos seharian duduk.
Kisaran harga tiket sekarang itu sekitar 500 ribuan, tapi bisa lebih mahal kalo menjelang libur besar macam libur lebaran sama akhir tahun.
![]() |
| Itu bandara di Bontang --via aeronusantara.blogspot.com |
**
3. "Eh, dari Kalimantan? Kok gak putih?
Kan biasanya cewek-cewek Kalimantan putih?"
Untuk pertanyaan yang ketiga.. duh, rasis amat pertanyaannya! Hei kalian yang pernah nanya tapi mungkin sambil lalu ataupun becanda -_-
For your information, guys. Sherly BUKAN asli Dayak. Makanya kulit gue nggak putih kayak orang-orang etnis Dayak asli. Kan suku Dayak emang orang Cina pedalaman, makanya sipit dan putih.
| Ih, Mbak nya manis --via www.stylepinner.com |
Kulit gue termasuk warna olive (?). Nggak item, nggak putih juga. Tapi katanya tante-tante gue yang di Bontang, gue udah rada putihan semenjak di Malang. Mungkin itu karena gue udah rajin merawat tubuh dan wajah. Nggak kayak semasa remaja di Bontang, dimana gue cuek abis-abisan :))
**
Lalu, untuk pertanyaan keempat dan kelima. Sebenernya ini kayak yang pertanyaan ketiga. Duh, bikin pengen gue sambit pake sendal deh!
4. "Eh, lo susah sinyal nggak disana?
Rumah lo pas di pedalamannya nggak?"
Please ya, Bontang tuh BUKAN pedalaman. Bontang memiliki dua perusahaan besar di bidang pupuk dan gas yang penjualannya hingga ke seluruh dunia. Sinyal disini pun juga kenceng.
| Suasana pabrik PKT pas senja --via irmasafni.blogspot.com |
**
5. "Rumah lo kayak rumah-rumah disini nggak?
Apa bentuknya beda?"
Lalu soal bentuk rumah? Ya kayak rumah-rumah biasanya. Ada atapnya, ada dindingnya, ada pintunya, ada jendelanya, ada pekarangannya, ada-ada yang lainnya.
| Kalau ini di daerah Bontang Kuala (deketan ama laut) --via bontang.prokal.co |
[Kalian juga bisa buka salah satu thread Kaskus Tour de Bontang, kok buat cari tau lebih banyak lagi soal Bontang]
**
Hem, pertanyaan keenam ya? Hehe.. Gue sering diprotes soal kecepatan ngomong gue yang gak ada remnya. Seriusan!
6. "Sher, lo ngomongnya cepet banget. Pelan dikit dong!"
Hal ini baru gue sadari ketika stay di Malang. Selama di Bontang, gue merasa fine aja ngomong dan nggak ada yang protes. Bahkan terkesan biasa.
Tapi disini? Huaaaaaaahh~~ Tebaran protes dan kritik bertebaran.
Dan gue? Tetep cuek bebek.
| Bahkan kadang cenderung cerewet ngobrol, hehe --via memegenerator.net |
Masa sih gue ngomongnya cepet? Tapi emang iya sih. Kadang kalo gue udah ngomong, itu nggak ada jedanya dan lawan bicara gue mandang gue sampe gak berkedip. Mungkin takut kalo berkedip ntar dia ketinggalan banyak obrolan dari gue :)) Terus kalo gue udah nyerocos panjang lebar, gak karu-karuan deh kecepatannya.
Nah, ini mungkin sebabnya kenapa postingan di blog gue panjang-panjang >.< Ehm, tapi tenang. Walopun panjang, akan selalu gue buat biar kalian gak bosen bacanya :)
Atau, ada saran gimana gue nulis ke depannya?
![]() |
| Nah, itu alesan kenapa Sherly itu kalo ngomong bisa cerewet --via www.youtube.com |
**
7. "Ngomong bahasa Kalimantan dong, kita pengen tau.."
Hehehe, gue kaga tau. Seriusan.
Secara gue blasteran Jawa-Bugis yang kalo di rumah selalu berbahasa indonesia (ya kali ortu gue ngobrol pake bahasa daerahnya masing-masing, ya kaga bakal nyambung!) serta lingkungan di Bontang yang dipenuhi sama beragam pendatang berbagai suku, jadilah kami disana sehari-hari berbahasa indonesia.
![]() |
| Disini itu banyak suku --via rizkyprimasakti.wordpress.com |
Bahasa Kalimantan? Bahasa yang gue tau asli Kalimantan ya bahasa Dayak, Banjar... Tapi gue nggak paham betul. Paling kalo mereka nyerocos gue ya ngerti.
Denger-denger sih Bontang ada bahasa Bontangnya. Cuma gue nggak tau. Iya kah? Ada kah?
Denger-denger sih Bontang ada bahasa Bontangnya. Cuma gue nggak tau. Iya kah? Ada kah?
**
8. "Logat lo lucu ya.
Semua orang Kalimantan apa gitu ngomongnya?"
And... Masalah logat. Gue nggak tau, logat gue ini gimandos seh? Tapi, temen-temen baru gue di Jawa selalu bilang, walau gue berbahasa Indonesia tapi cara ngomongnya beda.
Iya. Kan gak medhok kayak kalian, walo gue ada turunan Jawa.
| Kalo logat gue gini, kon kate lapo? --via www.maknews.id |
Setelah gue telaah lebih lanjut, emang sih, ada beberapa kata yang secara gak sadar para anak Bontang gunakan. Semisal kata 'nah'.
Kami tuh kebiasaan pake partikel 'nah' di ujung kalimat. Misalnya:
"Ayo pergi, nah......"
"Liat PR punyamu, nah..."
Jadi, kata 'nah' itu semacem imbuhan tambahan di akhir kalimat.
![]() |
| Ngerti sekarang? --via www.tumblr.com |
Lalu partikel 'kah'.
"Iya, kah?"
"Kamu sudah liat tu film, kah?"
Kata 'kah' ini juga mirip kayak 'nah' sebelumnya.
Lalu apalagi ya? Pokoknya gitu dah. Anak Bontang tuh punya ciri khasnya sendiri kalo ngomong.
Oh, juga ada partikel 'pang'. Ini sering banget ditemuin kalo sesama anak Kalimantan pada ngumpul.
Terus ada beberapa kata yang CUMA gue denger di Bontang doang.
Bontang Only.
![]() |
| Bontang! My Hometown! --via twitter.com |
Entahlah beberapa kata itu kata asli Bontang atau kata-kata dari beragam bahasa daerah yang mampir disana. Kan Bontang kota perantauan. Beragam suku tumpeh-tumpeh disana.
Mulai suku Jawa, Bugis, Banjar, Dayak, Batak, Manado, dll. Jadi, mungkin contoh-contoh kata di bawah ini ada yang merupakan kata dari bahasa suku tertentu.
Mulai suku Jawa, Bugis, Banjar, Dayak, Batak, Manado, dll. Jadi, mungkin contoh-contoh kata di bawah ini ada yang merupakan kata dari bahasa suku tertentu.
Misalnya kata: botek, angsul, ais, dostip, bombek, palek, kereng, lindung, simpun..
Ah, dan beberapa juga ada kata umpatan yang gak mungkin gue share disini. Hahaha... gue kok kayak buka les-lesan bahasa gaul Bontang ya.
![]() |
| Meme gini kemaren sempet ngetrend di sosmed --via gethashtags.com |
![]() |
| Malaysianya pindah kemari --via winarmo.com |
Kalau kalian, ada yang pengen dicurcolin perihal pengalamannya di tanah rantau gak? Sharing dikit bisa kali ah! Kali aja gue dan kalian ternyata sedaerah (Kayak yang gue temuin dengan beberapa orang sahabat blogger dimari :D)
HIDUP ANAK RANTAU!!
-sptw












