15/12/13

Andai Matamu Melihat Aku

Minggu, 15 Desember 2013
@kamar kos bendungan wlingi


*cerita ini gue dedikasikan untuk para pengagum rahasia, atau bahasa kerennya secret admirer, yang mengagumi seseorang tapi hanya bisa memandangnya dan… ehm, mungkin ditambahkan dengan kata gaul jaman sekarang, men-stalking-nya, tiap waktu :D


sumber gambar: tyaskinan.blogspot.com
Aku menyesap teh hangat, yang sekitar lima belas menit yang lalu sudah tersaji di mejaku, dengan perlahan-lahan. Oke, mungkin tak lagi dikatakan hangat sanking lamanya aku membiarkan gelas itu diam tanpa tersentuh sama sekali. Oh, jangan salahkan aku yang enggan menyentuhnya, tapi, salahkanlah pria yang tengah asyik berkutat dengan laptopnya di hadapanku, persis di meja ujung sebelah sana. 

Pria dengan kaos hitam dan jaket merahnya itu, terlihat sibuk dengan laptopnya. Sesekali, tangannya meraih cangkir kopi dan menyesapnya dalam-dalam, sambil matanya tak terlepas dari layar laptop. Aku sendiri heran, hal apakah yang sedang ia perhatikan hingga ia begitu serius pada laptopnya?

sumber gambar: sepocikopi.com
Duh, iri rasanya aku pada laptop itu! Kenapa pria itu bisa sangat memerhatikanmu dengan sangat serius, wahai laptop? Bahkan diriku saja, yang sudah hampir setengah jam duduk disini, tak diliriknya sama sekali? Ah! 

Aku menyukai pria itu? Oke. Aku mengakuinya. Hal apakah yang aku sukai darinya? Tampan? Tidak juga. Pintar? Entahlah, aku tidak tahu. Tapi aku tahu sesuatu yang menarik dalam dirinya, yang tak bisa dilihat oleh siapapun. 

Aku tidak pernah menyapanya, tidak pernah. Mungkin, kalau aku memiliki keberanian yang besar, plus rasa anti-malu yang teramat sangat, sudah tentu aku akan menyapanya dari dulu. Mungkin… 

Aku adalah pengagum rahasianya. Sangat kagum. Well, walaupun saat berjumpa dengannya pertama kali, aku belum menyadari kharismanya yang begitu besar hingga membuatku terpukau dan tak bisa mengedipkan mata sedetik saja. Agak berlebihan? Memang. 
sumber gambar: pinterest.com
Jujur. Kalau kami berpapasan di jalan, hatiku melonjak-lonjak kegirangan, walaupun mulut ini bungkam seribu bahasa. Jantungku seolah berhenti berdetak, napasku memburu cepat, dan mataku langsung menatap tanah dan tak sanggup kutengadahkan hanya untuk melihat wajahnya dari dekat. Oh, bodoh sekali! Padahal hal yang dinantikan oleh setiap secret admirer sepertiku adalah menatap wajahnya dari dekat. Tapi aku sendiri malah tak bisa melakukannya. Hem, seperti yang kubilang, aku tak memiliki keberanian yang besar. 

Sudah dua tahun aku mengaguminya dalam diam. Aku tak bosan, takkan bosan. Melihatnya saja bisa membuatku berenergi kembali, persis seperti ponsel yang tengah sekarat lalu diisi ulang agar bisa tetap menyala.

Hem, hanya melihat saja aku bisa kembali berenergi, bagaimana bila aku bisa berkenalan dengannya? Aku tak berani melihat reaksiku sendiri nantinya. Mungkin setelah kami berjabat tangan, saling melempar senyum, saling bertanya nama, saling tertawa cekikikan dan saling-saling yang lain, mungkin aku akan jatuh pingsan setelahnya, sanking senangnya. It sounds so ridiculous!

Tapi, itulah derita menjadi seorang secret admirer. Hanya bisa mengagumi tanpa memiliki nyali untuk mengatakan.
 
sumber gambar: sepocikopi.com
Aku menyeruput tetesan terakhir tehku. Sudah saatnya aku pergi. Sudah cukup untuk menatapnya hari ini. Ah, andai saja matamu melihat aku, sekian detik saja, tentu aku akan sangat senang. Iya, senang sekali. 

Segera kupasangkan earphone di ponsel dan menghubungkannya ke telinga, sembari mendengarkan sebuah lagu yang akhir-akhir ini terus kudendangkan...


#now playing
Nidji – Rahasia Hati 
I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like a mountain rain
So wild so pure
So strong and crazy for you

Andai matamu melihat aku 
Terungkap semua isi hatiku

Alam sadarku alam mimpiku 
Semua milikmu andai kau tau
Andai kau tau 
Rahasia cintaku





_SPTW_





01/12/13

Ngemil Itu Susah Banget Dikontrol!

Minggu, 1 Desember 2013
@kamar kos bendungan wlingi


Sebelum mulai, gue tanya dulu. Ngaku deh! Siapa aja diantara pembaca (khususnya cewek) yang sekarang lagi dalam program diet? Loh, kok nggak ada yang angkat tangan? Nah, kenapa malah nyengir? Hayoooo~

Hahaha, mesti deh. Tuh kan..tuh kan.. Ada aja satu-dua cewek yang malu-malu kucing. Bener 'kan?

Oke. Biarlah kalau nggak mau terang-terangan mengakuinya. Tapi sekarang, mendingan dibaca dulu celotehan gue ini. Yuuukk..
sumber gambar: arolemodel.com
Cantik dan langsing.

Dua kata itu seakan menjadi suatu keagungan besar bagi para kaum hawa. Gimana enggak? Jaman sekarang, kedua hal itu biasanya akan menjadi the first thing yang bakalan diliat. Hem, yaah..walaupun banyak juga yang ngeles dan bilang kalau tampang bukan jaminan. Tapi loh ya, biasanya kan orang-orang akan lebih tertarik memulai percakapan apabila ia menarik untuk dilihat. Well, walaupun itu nggak secara keseluruhan.

Salah satu cara paling umum yang dilakukan bagi kaum hawa untuk mempercantik dirinya adalah dengan diet. Ya. Diet biasanya dilakukan apabila si cewek merasa dirinya terlalu gemuk (walaupun bagi orang lain tidak) atau emang sudah kelihatan banget gemuknya. Namanya juga cewek, keliatan gendut dikit langsung muram seharian dan pasang status: aduuuh, aquh koQ rada enDut'an eYapz? x_x

Biasanya sih, daripada repot-repot ke ahli gizi, si para pelaku diet ini langsung merombak total asupan hariannya. Mulai dari yang makannya rutin 3x sehari, langsung berubah drastis jadi 1x sehari. Yang tadinya ogah-ogahan jogging, jadi mulai rutin. Yang tadinya doyan banget hunting kuliner tiap akhir pekan, jadi mengurangi aktivitas berburunya tersebut.

Tapi loh, TAPI!

sumber gambar: bebas-baca.blogspot.com
Satu hal yang paling bisa menggoyahkan iman saat sedang berdiet, yaitu NGEMIL! 

Bener, kan? Coba deh tanya siapa aja yang lagi diet. Hasrat ngemil itu serasa meluap-luap gak karuan. Tiba-tiba jadi pengen nyomot donat di meja makan, pengen meraup segenggam keripik dari toples, kepengen... Aaahhhh~~~

Gue sendiri ya, sesekali juga melakukan program diet (walaupun kata temen, badan gue udah bagus, nggak usah dikurusin lagi *alhamdulillah). Biasanya sih gue berdiet kalau angka di timbangan itu udah naik hingga 1-2 kilo. Bah! Yang namanya cewek ya, kalau ngeliat angka di timbangan nggak beres --mungkin yang nggak beres itu badannya, bukan timbangannya-- mesti langsung bete. Tapi, kalo sekali diet terus turun, mesti bakalan melonjak kegirangan (seperti cerita gue soal diet, baca disini)

Diet, biasa gue mulai dengan mengurangi porsi nasi. Mengurangi loh ya, bukan meniadakan sama sekali! Gue itu tipe orang Indonesia banget. Kalau belum makan nasi, belum disebut makan. Yah, walaupun mau sok-sok an ganti karbohidratnya dengan yang kompleks macam roti gandum, oatmeal, kentang, ubi, dsb.. Tapi perut gue ini bakalan langsung klop kalau udah ketemu sama nasi. Hwahaha..perut orang Indonesia banget!


sumber gambar: harianandalas.com
Nah, kalau udah mengurangi porsi nasi, berat badan gue biasanya berangsur-angsur turun hanya dalam beberapa hari. Yang jadi masalah itu, kalau gue udah ketagihan ngemil apa aja. Mulai dari roti, biskuit, gorengan, hingga jajanan di pinggir jalan. Kalau udah gitu, bisa dipastiin, berat badan gue bakalan lama banget baliknya. Bisa satu minggu lebih.

Seperti waktu itu, gue lagi bosen. Entah mau ngapain lagi nggak tahu. Ngeliat ada cemilan yang baru aja gue beli, tergodalah tangan ini untuk menyobek bungkus camilan satu persatu. Dan...hap! hap! hap! Tanpa terasa, satu bungkus keripik ukuran besar, sukses gue habisin sekaligus. Belum cukup? Tangan gue pun langsung beralih ke sebungkus roti dan mencuilnya satu demi satu....hingga habis tak tersisa. Perut rasanya udah kenyang, tapi mulut nggak mau berhenti mengunyah!

Gue pernah baca. Diet itu bukannya berhenti ngemil sama sekali, tapi tetap ngemil agar tubuh nggak kelaparan. Tapi yang perlu dicatat adalah ngemil yang sehat. Misalnya ngemil buah dan sayur. Biasakan untuk selalu menyetok buah-buahan, misalnya apel, di kulkas. Selain itu, hindarkan segala bentuk camilan nggak sehat, seperti keripik dan biskuit, agar jauh dari jangkauan mata dan tangan.

Nah loh, kece badai kan tips diatas? Tapi ya.. namanya juga manusia. Ada kalanya kita khilaf dan kehilangan kontrol akibat segala macam godaan di sekitar. Kalau udah gitu ya... Terpaksalah, berat badan naik lagi dan kita harus memulai program diet dari awal~
sumber gambar: doblelol.com

Great! Ocehan gue di awal bulan Desember adalah tentang ngemil-ngemil. Ini mesti karena gue yang udah lama nggak wisata kuliner kesana-sini. Maklum cyin, kan lagi program *eh

Kesimpulan gue, porsi makan nasi emang gampang dikontrol, tapi kebiasaan ngemil itu yang susah banget! Ehm, tapi, hati kamu buat aku nggak susah dikontrol kan? *eh
:D


_SPTW_

03/11/13

Tomboy? Yes, I am. Problem?

MINGGU, 3 NOVEMBER 2013
@kamar kos bendungan wlingi


Menurut kesaksian orang-orang, gue dikatain tomboy sama mereka. Gue mau menyangkal? Mmmm....

tomboy-yes-i-am-problem?
sumber gambar : bulantheirongirl.blogspot.com

Entah. Tapi mereka menyebut gue tomboy.

Well, kalo lo nggak tahu apa itu 'tomboy'.. sini gue jelasin secara singkat, padat, dan jelas. 

Tomboy itu intinya sifat seorang cewek yang agak kecowok-cowokan. Entah karena pengaruh lingkungan atau apapun itu. 

Jadi, kalo dalam keseharian, normalnya, seorang cewek bakalan berdandan seperti cewek kebanyakan --misalnya modis dan aduhai dengan dress, rok, dan sejenisnya--, tapi si cewek tomboy enggak! Dia bakalan berdandan cuek dengan tampilan yang menunjukkan 
INI-LOH-GUE.

Tapi untuk kalian para kaum adam, jangan kabur dulu woy! Gue tomboynya nggak ekstrem banget kok. Jangan bayangin rambut gue berpotongan cepak dan dalam keseharian suka nongkrong di terminal sambil sesekali terlibat tawuran antar kampung. 

Nggak!!!

white-shoes-tomboy-girl
sumber gambar: myeloise.blogspot.com

Ehm, gue emang sedikit tomboy. 

Maklum, dengan keadaan gue yang lebih dekat ke bapak dan memiliki saudara kandung yang semuanya cowok, udah dapat dipastikan kalau gue sedikit melenceng dari kodrat. 

Kalau ngampus pun, gue nggak begitu suka memakai flat shoes khas cewek dengan aneka warna ngejreng yang mencolok. Cukup dengan kemeja, jeans, dan tak ketinggalan sepatu kets yang nyaman dipakai. Eh, tapi kalau lagi 'kumat', gue sesekali berdandan ala cewek kok!

Walaupun berpenampilan 'cowok', tapi rambut gue masih cewek banget! Rambut gue panjangnya sepunggung dan kalo lagi gerah gue suka ngikat rambut cepol ke atas.

Udah, nggak usah dibayangin gimana. Gue itu terlalu cantik buat dibayangin..

beauty-of-tomboy-girl
Gue tetep cantik kok --via www.quibblo.com

Yeah, that's me. Jadi, kalau mau sedikit terlihat 'cewek', tinggal mengurai rambut dan simsalabim! Gue jadi cewek 'utuh'.

tomboy-vs-feminine-girl
Tomboy vs Feminine --via www.pinterest.com

Menurut gue, jadi cewek yang sedikit tomboy itu menyenangkan.

Kenapa? Karena lo bisa sedikit terhindar dari godaan cowok-cowok nakal di pinggir jalan. Liat aja tuh. Kalau ada cewek bohay lewat, pasti langsung digodain kayak begini, 
"Mau kemana, Neng?"

Nah, risih banget kan! Tapi, coba kalau cewek berparas tomboy yang lewat, kagak bakalan digoda deh. Boro-boro mau digoda. Sebelum digoda pun, si cewek pasti bakalan nyahut duluan, 
"Apa lo liat-liat?!" :D

mad-girl
Gue masih berusaha sabar loh --via giphy.com

Kalau berteman, gue paling seneng dapet temen cewek yang mempunyai sifat yang sebelas-duabelas sama gue. Yang agak tomboy dan bersifat sedikit cuek. Yang kerjaannya bukan shopping mulu, tapi bisa juga bahas otomotif, seperti race motoGP yang sangat gue sukai. Yang kerjaannya juga bukan ngegosip mulu sambil ber-hahahihi nggak jelas.

Sepertinya, sifat tomboy gue sudah mulai terlihat sejak TK. Iya. Menurut pengakuan dari sumber terpercaya (baca:ortu gue), saat masih TK, nggak ada temen sepermainan yang berani macem-macem sama gue. Sekali macem-macem, satu tinjuan langsung melayang!

mukul-temen-nakal
Mau macem-macem sama gue? --sumber gambar : nyunyu.com

Tapi, beneran loh. Dulu di TK ada anak laki-laki yang nakalnya minta ampun, suka gangguin anak lain sampai nangis. Dan... lo tau? Anak laki-laki itu nggak berani sama... gue! Jadi, walaupun dia nakalnya ampun-ampunan, tapi kalau sama gue dia bakalan bertekuk lutut. 

HAHAHAHAHAHAHAHAHAA

Tapi, gue juga nggak mau lah terus-terusan tomboy. 

Bukannya apa. Tapi, semakin dewasa kan kita semakin berpikir ke masa depan. Lah, kalau para lelaki takut sama gue, ntar gue nikahnya sama siapa dong? Sama cewek?! Plis! Gue masih normal! Walaupun penampilannya cowok, tapi hati gue masih cewek men~

outfit-for-tomboy
via whatiwore.tumblr.com

Selama kuliah ini, entahlah, gue sedikit bisa berubah menjadi lebih cewek. Temen gue kadang suka godain kalo gue rada insaf dan kelihatan lebih cewek. Hm.. Tapi, lebih baik terlambat daripada enggak sama sekali kan? #pembelaan

Oh iya. Gue dan temen gue yang cowok, pernah ngobrol-ngobrol tentang sifat gue ini.

Temen : "Lo kapan sih dandan agak cewek-an dikit?"
Gue : "Gue dandannya di momen spesial dong. Ntar kalo wisuda atau nikah,"
Temen : "Lah, kalo itu mah udah jelas momen sekali seumur hidup!"
Gue : "Nah, iya kan? Nggak salah kan jawaban gue?"
Temen : "Bilang aja lo nggak suka dandan model cewek..."  

Hahaha, ya.. itu ungkapan kasarnya sih. Tapi, setelah gue lebih dewasa gini, (apalagi setelah bulan lalu gue melewati momen pertambahan usia: baca disini) gue bisa berubah menjadi lebih cewek.

Sampai akhirnya, temen gue itu pun berceletuk gini, "Lo itu sebenernya cantik, cuma sayang, tomboy..."

NAH! 

Emang, kecantikan seorang cewek tertutupi kalau dia sedikit tomboy?

Untuk kasus yang begini, gue protes! 

Kenapa? Karena, cantik gak cuma diliat dari luar, tapi juga dari dalam bro! Percuma cantik tapi kelakuannya nggak bener (baca: ngerokok, alkohol, seks bebas). Mending jelek tapi kelakuannya bener dan nggak macem-macem. 

Tapi, kalo udah jelek dan kelakuannya gak bener...emm.. gue nggak komen deh.
 
marry-me
sumber gambar : ravingbookaddict.blogspot.com
 
Semua wanita itu cantik, nggak peduli feminin atau tomboy. Kalau ada seorang pria yang mencintai seorang wanita, gue yakin, pria itu melihat si wanita apa adanya sebagai dirinya sendiri.  

Mencintai karena kepribadian itu lebih berkelas, dibandingkan mencintai karena fisik. Yah, walopun nggak memungkiri, kalau fisik memang menjadi perhatian nomor satu.

Well, gue tahu. Kodrat manusia itu sebenarnya hanya ada dua. Kalo gak laki ya perempuan. Nggak ada yang namanya setengah laki-setengah perempuan, yang berarti nggak ada yang namanya cewek tomboy dan cowok banci. Tapi, semua kembali pada pribadi masing-masing dan (tentu aja) lingkungan berpengaruh besar kepada pembentukan karakter dan sifat seseorang.

my-style-vs-other-girls-style
via www.rantchic.com


Akhir kata, buat para kaum hawa pembaca blog ini, gue nggak menyarankan kalian buat jadi cewek tomboy loh ya! Gue ini hanya bercerita saja. Dan... ya, gue sekarang mencoba untuk gak terlalu tomboy kok. Tenang aja :)

Mungkin diantara pembaca blog gue ini, ada kaum hawa yang tomboy? Atau barangkali ada yang feminin? Kalian bisa kok cerita-cerita disini :) Atau... ada pembaca dari kaum adam yang mau memberikan komentarnya tentang cewek tomboy? Silakan...


_SPTW_ 

26/10/13

Sweet September

SABTU, 26 OKTOBER 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : ~


Oke, postingan ini gue buat dalam rangka membayar 'hutang bercerita' seperti yang gue katakan sebelumnya (baca disini) :D

Well, sebenarnya artikel macam begini lebih layak gue posting pas bulan September. Namun, berhubung gue lagi sibuk dan nggak bisa menyempatkan waktu buat ngetik, jadilah baru gue orbitkan di bulan Oktober.

Nggak pake lama deh, capcus cyinnn~

Jadi, ada apa dengan bulan September?

sumber gambar : inmindhypnotherapy.co.uk
Jawabannya hanya satu. Gue mengistimewakan bulan ini, karena ada satu hari paling istimewa dalam hidup gue, yaitu hari dimana gue jadian sama cinta pertama gue dilahirkan ke dunia! Yeay.. dengan kata lain, gue suka bulan September karena di bulan itu ada hari ulang tahun gue!!! *heboh sendiri*

Siapa sih yang nggak suka dengan perayaan ulang tahun? Hampir semua orang suka. Selain bertambah dewasa yang diakibatkan oleh bertambahnya umur (sebenernya sih, yang bener, jatah umur kita hidup di dunia makin berkurang), alasan yang lain adalah karena kita akan mendapat banyak ucapan selamat, kado, dan kejutan dari orang-orang tersayang. Bener, kan?! Ngaku aja deh...

Kalo dulu pas masih kecil, kita pasti seneng banget kalo ulang tahunnya dirayain. Entah mau dirayain di rumah, cafe, restoran, bahkan numpang di rumah tetangga pun bakalan dilakuin demi merayakan hari ulang tahun.

sumber gambar : www.partyworld.ie
Inget-inget lagi deh pas lo ngerayain ulang tahun. Lo pasti pakai baju paling bagus, dandan yang rapi, terus ada kue ulang tahun plus lilin yang bernomorkan usia lo saat itu. Lalu juga ada iringan lagu 'selamat ulang tahun', tepuk tangan orang-orang, kecupan hangat kedua orang tua, ucapan selamat teman-teman, banjir kado dan hadiah, makan-makan enak, banjir balon warna-warni dan... Aduh! Gue jadi terharu kalo inget lagi *ambil tisu*

Semakin dewasa, perayaan hari ulang tahun pun pasti nggak bakalan semeriah seperti waktu kecil dulu. Jarang gue ngeliat orang dewasa merayakan hari ulang tahunnya dengan meriah. Catet ya, jarang, bukannya nggak ada. Mungkin mereka banyak yang berpikir, daripada ngehabisin duit buat pesta, mending duitnya buat bayar cicilan, beliin susu anak, dan lain sebagainya :D

Tapi, ada yang gue sedihkan di ulang tahun ini. Karena gue lagi merantau untuk menuntut ilmu di pulau seberang, jadi gue merayakannya tanpa keluarga gue. Iye. Udah dua kali gue merayakan momen pendewasaan diri (wuih, bahasa gue men!), dan itu semua tanpa adanya keluarga inti gue. Paling banter ya gue ditelpon orang rumah dan diucapin selamat ulang tahun hanya melalui suara (dan tanpa bertatapan muka).

Oke, oke. Jangan sedih lah! Kan gue disini masih punya banyak temen~

Gue paling seneng yang namanya mendapat ucapan selamat ulang tahun secara langsung dari orangnya ataupun melalui telepon dan SMS.

Selain telepon dan ucapan SMS dari keluarga, gue juga mendapat ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman di kampus (khususnya gangster). Untung aja pas ulang tahun itu gue nggak diguyur dan ditepungin macam adonan karena...beruntung sekali mereka inget pas pagi harinya, bukan hari sebelumnya. 

Malah... tau nggak? Mereka pernah nyeletuk, kalo pas hari ulang tahun, tangan gue mau diiket pake tali di tiang depan gedung rektorat, diguyur pake air, dikempesin ban motornya dan bakalan ditinggal gitu aja -____-

Gue nggak butuh hadiah mewah. Hadiah kecil pun bakalan gue kenang, gue terima, walaupun hanya sebaris kalimat seperti ini:
Kertas sobekan dari buku tulis dibentuk jadi origami burung dan didalamnya ada ucapan selamat ulang tahun :)


Dan temen gue yang lain juga ngasih kado buku begini:
Dibungkus dengan kertas kado polkadot biru dan ada ucapan selamat ulang tahun juga :)

Oh, tahun lalu pas perayaan ulang tahun gue yang pertama kalinya nggak bareng keluarga, gue cukup sukses dibedakin tepung sama temen kos gue. Nggak hanya tepung, gue pun juga diceplokin telur yang baunya ampun-ampunan deh... Di baju nggak hilang-hilang sampe gue cuci beberapa kali. Dan nggak ketinggalan, jendela kamar kos pun (hingga sekarang) masih tersisa bekas tepung.

Sepotong kue, badan penuh tepung+aroma telur, dan lantai lorong kos yang penuh dengan tepung menjadi bukti kejutan kecil-kecilan yang mereka hadiahkan pada gue :)
Untuk perayaan hari ulang tahun sendiri, sebenernya gue nggak begitu suka heboh-heboh. Gue nggak begitu suka diadain pesta meriah dan mengundang temen-temen. Contohnya aja, ya seperti momen sweet seventeen. Kalo cewek-cewek kebanyakan suka ngerayain ulang tahunnya yang ke-17 dengan meriah, gue lebih suka ngerayain kecil-kecilan bareng keluarga. Bahkan loh ya, gue nggak inget, kapan terakhir kali gue ngerayain hari ulang tahun. Pas masih kecil, mungkin?

Overall, gue seneng dengan bulan September. 

Buat Allah SWT, terima kasih karena Engkau masih memberi kesempatan bagi hambamu ini untuk menjalani sisa umurnya :)

Buat kedua orang tua, gue sayang kalian. Karena kalian-lah gue ada di dunia ini :)

Buat temen-temen gue, makasih juga karena kalian masih memberi perhatian pada teman kalian ini :)

Dan buat semua yang baca, makasih ya udah nyisihin waktu kalian untuk membaca sweet september gue :)


_SPTW_




11/10/13

Ini Gue Nulis Lagi...

KAMIS, 10 OKTOBER 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : 22.43


Hwaah... Udah lama gue nggak nulis-nulis di blog! Maklum men, gue orang penting. Iye. Hari-hari gue lebih banyak dihabiskan dengan syuting, rekaman lagu baru, penandatanganan kontrak kerja dan...

Oke, gue bercanda. 

sumber gambar : www.bisnis-jabar,com
Hari-hari gue tetap dipenuhi dengan sekumpulan tugas kuliah yang menyebabkan tubuh ini harus berpaling dari tulisandarihatikecilku.blogspot.com dan menatap seonggokan tugas yang siap gue lahap dengan sekali suapan. Oke. Mungkin bukan 'seonggok' tapi 'beronggok-onggok' sanking banyaknya.

Well...

Ini tulisan pertama gue setelah sebulan kemarin nggak ada posting-an baru. Setelah ngelihat kumpulan draft nggak ada yang menarik, jadilah gue nggak nge-posting satu pun cerita. Ah, sedih rasanya nggak ada posting-an bulan September. Padahal gue seneng banget sama bulan September.

Loh, loh... Ada apa dengan bulan September, bro?

Hahaha... Kalo ditanyain begitu, gue bakalan masang tampang imut, ngedip-ngedipin mata, mainin ujung rambut, sambil mengatakan, "Mau tau aja atau mau tahu bangetss?" *kemudiandigeplaksandal*

Piss men... -_-v
Pokoknya lo tunggu aja deh di posting-an selanjutnya.

Katanya lo lagi sibuk sama beronggok-onggok tugas kuliah. Kenapa sekarang nongol di blog? Emang tugas lo udah kelar semua?
  
Tenang... Gue udah nyuruh para maba, yang sekarang jadi adek tingkat gue, untuk mengerjakan semua tugas yang menggunung. Gue pun juga udah nyiapin senjata ampuh biar mereka mau gue suruh-suruh. Gini. Kalo mereka mau ngerjain, mereka bakal gue ajak kenalan sama kakak tingkat yang mereka taksir waktu mereka semua masih digojlok senior pas ospek. Padahal sih, gue nggak tahu senior mana yang mereka taksir. Bwahahaha!

Enggak men, gue bercanda lagi.

Sebenernya sih, tugas-tugas itu udah gue kebut beberapa hari yang lalu. Soalnya nih ye, bentar lagi kan mau libur panjang dalam rangka idul adha.. Nah! Karena gue mau pulkam ke rumah mbah (gue pernah bercerita tentang pulkam disini) gue nggak mau tuh liburan sambil bawa-bawa tugas. Oleh karena itulah saudara-saudara.., gue ngebut ngerjainnya.

Kasih bocoran dong, selama menghilang dari dunia maya, lo ngapain aja? Masa nugas mulu? Kami, para fansmu, sangaaaat penasaran~

Oke, lo boleh mengabaikan kalimat yang terakhir.

Gue jadi suka wisata kuliner sana-sini. Icip sini, icip sana. Trus juga jadi rajin stalking akun-akun twitter yang gemar mempromosikan makanannya dan memasukkan mereka ke daftar eating-list

wah..gue juga mau makan burger tinggi gitu (sumber gambar : www.jpnn.com)
Awalnya, gue kira kota Malang, tempat gue menuntut ilmu sekarang, hanya terkenal akan apelnya saja. Ternyata enggak, men! Banyak banget kuliner yang kudu dicoba. Mulai dari bakso sampai cwie mie yang melegenda. Mulai dari jajanan di pinggir jalan raya yang baunya bercampur sama knalpot kendaraan, sampai makanan di cafe kece nan gahol..

Emang lo nggak takut gendut? Kan di kisah sebelumnya, lo pernah bercerita soal diet lo yang berhasil?

Ehehe., ya sebenernya takut juga. Gue kan pernah usaha nurunin berat badan dan berhasil (baca ceritanya disini) Sampai-sampai, temen gue yang namanya +Febryan Yustiadi suka banget ngusilin dan bilang, "Eh lo ini kuliner mulu. Ntar gendut loh!"

Ah! Walopun suka icip sana-sini, gue kan juga mengimbangi dengan diet dan olahraga! Jadi, walopun banyak kalori yang masuk, banyak juga kalori yang keluar #pembelaandiri

Jadi intinya, sekarang lo cuma mau ber-say hello doang nih?!

Iya. Hahaha... Eh, tapi kan ber-say hello juga penting bro. Ya.. buat mastiin aja kalo gue masih hidup dan masih diberi waktu untuk menghirup udara di bumi ini, serta (tentu aja nggak lupa) nyuri-nyuri kesempatan buat ngeblog lagi.

Oke. Mungkin itu dulu yang mau gue sampaikan. Maunya sih gue langsung tancap gas dan cerita sana-sini. Tapi, nggak dulu deh. Gue mau memancing rasa penasaran kalian dengan kisah-kisah gue selanjutnya. Bye bye... *sambildadahdadah*


_SPTW_




26/08/13

Pilih Mana, Lebih Langsing atau Lebih Kecoklatan?

SENIN, 26 AGUSTUS 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : 20.34


Liburan telah usai, kini saatnya menatap lurus kembali ke arah yang benar. Mulailah fokus pada kegiatan bekerja dan belajar yang seperti biasanya dilakukan sebelum liburan. Cukuplah sudah waktu rehat yang diberikan bagi otak. Sekarang saatnya mengajak otak kembali berpikir agar kembali fresh

Hahaha, kata-kata gue man! Sok bijak banget :p

Eh, tapi emang bener deh. Berhubung liburan sudah selesai, kita akan kembali disibukkan oleh aktivitas yang (mulai) menunggu menjadi tumpukan gunung. Kita akan mulai kembali kegiatan tulis-menulis --walopun jari agak-agak kaku akibat lama nggak digerakkan buat nulis--

Selama liburan ngapain aja?

Ah, kalo gue ditanya begituan, gue akan jawab dengan simpel. Olahraga

Yap, selama libur kuliah tiga bulan, gue mulai olahraga secara rutin. Ya ya ya... Gue sadar diri. Selama kuliah, gue sering banget hunting tempat makan enak disana-sini, terus jarang banget olahraga. Terus di kamar kos selalu aja ada stok cemilan. Ah, apa nggak tambah naik aja tuh angka di timbangan?! :(

sumber gambar : naiarianti.wordpress.com
Banyak yang bilang begini, Ah kalo di rumah tuh susah banget diet! Stok makanan jumlahnya melimpah, asap dapur terus mengepul. Bandingkan saat ngekos, kita mesti ribet ngeluarin duit dan mikir mau makan apa. Sewaktu di rumah nggak usah ribet coy! Tinggal buka tudung saji dan aroma makanan lezat akan merasuki hidung!

Ya, ya... Itu emang bener. Tapi, berhubung niat gue dari awal sudah bulat sebulat bola sepak, gue tetap teguh pada pendirian. Gue akan berniat untuk menurunkan bobot tubuh, seenggaknya 2-3 kilogram *sambil menyeringai lebar* 

Gue pun memilih untuk melakukan olahraga ringan, semisal lari, naik sepeda dan main badminton. Dan itu rutin gue lakukan hampir tiap hari, termasuk saat bulan puasa. Namun, saat hujan badai petir cetar membahana, tentu gue nggak akan olahraga di luar. Gue masih sayang nyawa sob!

sumber gambar : getthisrippped.com
Walaupun untuk menggerakkan badan rasanya malas sekali, namun sekali badan udah gerak, susah banget mau berhenti! Eh, ini serius loh. Lima menit pertama, gue masih ogah-ogahan. Eh eh... Tiga puluh menit kemudian, gue tanpa sadar udah lari keliling lapangan sebanyak lima kali -_-

Pagi hari, gue udah tancap gas naik sepeda keliling kompleks. Sore hari, gue lari keliling lapangan sekitar 3-4 kali. Terus porsi makan gue kurangi, tapi tetep makan 3 kali sehari. Kalo nggak tahan liat cemilan --terlebih cemilan lebaran yang udah siap di meja ruang tamu-- gue bakal mencomot SATU buah doang. Ih, iri banget sama adek gue yang dengan santainya bisa menikmati satu toples kue lebaran tanpa takut gemuk.

Hasilnya?

Gue berhasil menurunkan berat badan sekitar 2-3 kilogram selama tiga bulan! Sampai-sampai rasanya tuh timbangan pengen banget gue cium karena udah berbaik hati menurunkan sedikit bobot tubuh. Yeah, gue lebih senang menurunkan berat badan secara alami --dengan olahraga-- dibandingkan harus mengonsumsi obat-obatan tertentu. Karena biasanya kalo pake obat, hasilnya bisa kayak yoyo, naik-turun-naik-turun. Kalau dengan olahraga, kemungkinan besar hasilnya bisa bertahan lebih lama :)
sumber gambar : www.bodybuilding.com
Tapi, ya.. Ada aja 'efek' dari penurunan ini. Kulit gue sedikit berubah warna. Ehehe... Sedikit menghitam, eh enggak ding, tapi sedikit kecoklatan. Ya, mungkin aja karena gue sering lari dengan matahari sore yang masih memancarkan sinarnya dengan lembut. Tapi, gue udah sedikit mengantisipasi dengan memakai topi saat sedang olahraga.

Gue sebenernya nggak terlalu menyadari perubahan warna kulit ini. Sampai ketika gue ketemu temen kuliah setelah hampir tiga bulan nggak tatap muka, dia nyeletuk kalo kulit gue agak hitam --oh, please. pasti maksudnya sedikit kecoklatan, karena nggak mungkin gue menghitam seperti abu gosok-- Ya... Gue nyengir aja dan bilang kalo selama di rumah gue lagi rajin lari.

Gue bersyukur bisa lebih kurus, dibandingkan dengan beberapa temen gue yang mengaku tambah gemuk sewaktu liburan. Oh, man! Apa mesti gue sujud syukur saat ini juga??! *sujud syukur*


www.merdeka.com
Yah, tapi itu dia. Kulit gue jadi kecoklatan. Tapi, gue pikir-pikir lagi. Nggak apa-apa dah kulit berubah warna, asalkan badan berubah lebih sehat dan langsing. Daripada kulit putih tapi gemuk dan penyakitan? No way! Eh, tapi pengen juga sih punya kulit putih --eh maksudnya kuning langsat. kalo putih ntar dikira luluran pake cat tembok-- dan badan sehat langsing. Aahh, impian tiap wanita banget tuh~

Tapi, bagaimana pun juga, gue harus selalu bersyukur atas apa yang Tuhan telah berikan. Nggak usah pake krim pemutih tubuh ataupun obat pelangsing. Yang penting, kita harus menjaga agar tubuh tetap sehat dan terbebas dari segala penyakit. 


Benar, 'kan? *keluar lagi bijaknya gue*


_SPTW_


24/08/13

Antara WIB dan WITA

SABTU, 24 AGUSTUS 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : 14.27


sumber gambar : www.kabar24.com
Setelah hampir tiga bulan lamanya berlibur di Bontang, kini gue udah balik lagi ke tanah rantau. Zona waktu gue akhirnya berubah kembali ke waktu semula, dimana hampir belasan tahun lamanya gue menggunakan zona WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan kini setelah tiga bulan lamanya, harus beradaptasi kembali dengan si WIB (Waktu Indonesia Barat).

Oh, ngomong-ngomong soal zona waktu, ada kejadian menarik yang bikin gue senyum-senyum sendiri. Kejadian ini melibatkan gue dan seorang temen --nggak akan gue sebut namanya--

Yah, semua tahu kan kalau Indonesia itu wilayah waktunya terbagi menjadi tiga. Yakni WIB, WITA dan WIT, dimana masing-masing zona waktu tersebut ada perbedaan waktu antara satu dengan yang lainnya. Walaupun berbeda waktu, namun tentu saja takkan berbeda tanggal kalender --kecuali kalau mau masuk pergantian tahun baru--

Bontang, yang termasuk bagian dari wilayah Provinsi Kalimantan Timur, mendapat zona WITA. Sementara tanah rantau gue selama kuliah, Malang di Provinsi Jawa Timur, kebagian zona WIB. Tentu aja, adanya perbedaan waktu selama satu jam membuat gue yang di masa-masa awal harus beradaptasi.

Oke, langsung aja ke TKP ya...

Siang itu --gue lupa lagi ngapain-- tiba-tiba aja ponsel gue bunyi. Dari bunyi doraemon yang terdengar, gue tahu kalau itu pertanda ada sms masuk. Sebenarnya bahagia juga mendengar benda itu bunyi, sebab selama liburan, ponsel gue tuh jarang banget bunyi. Entahlah, mungkin si ponsel juga pengen rehat sejenak.

Setelah masuk ke inbox, ternyata salah satu temen gue pas kuliah nge-sms gini:
awal mau nge-bales sms, gue agak bingung. ngapain nih anak nanya tanggal?
Bener deh. Gue heran dalam hati, apakah kalender di rumahnya hilang sehingga rela-rela nge sms gue yang berada nun jauh di pulau seberang hanya untuk bertanya tanggal?

Setelah itu, gue bilang kalau tanggal 19 juli. Terus dia nanya jam. Ya gue jawab aja sesuai pengatur waktu yang nongol di ponsel.

Terus, dia bales gini:

di gambar terlihat kalau jam gue jam 11, sementara jamnya dia jam 10
Karena gue pernah bilang bahwa kota gue dan kotanya dia berbeda waktu, gue pun balik sms:
memastikan? Oh, men!
Setelah ngobrol lumayan panjang, akhirnya dia ngerti juga kalau kami berbeda dan tak mungkin bersatu dalam ikatan cinta zona waktu. Dalam hati, gue pun memaklumi hal ini karena ya... bisa aja kan dia nggak tahu wilayah mana aja yang masuk WIB, dan mana yang masuk WITA. Hehe, oke, fine. Gue maklumin lo kok sob!

Bener. Gue memaklumi temen gue ini karena dia pernah cerita kalau dia nggak pernah liburan ke pulau lain, selain hanya menetap di Pulau Jawa. Berbeda dengan gue yang udah ngerasain Pulau Kalimantan dan Pulan Jawa. Jadi, soal zona waktu kali ini, gue hanya bisa menyunggingkan senyum sambil tertawa cekikikan kalau mengingatnya.

Oh, dear!

Bener juga. Kalau zona waktu gue udah balik ke WIB, itu artinya masa liburan gue tinggal menunggu waktu. Sebentar lagi kampus gue akan menyeret-nyeret mahasiswanya untuk balik kepada mereka dan kembali berkutat pada buku kuliah. Sebentar lagi, gue akan bertemu dengan dosen-dosen baru pada mata kuliah yang baru pula. Sebentar lagi gue akan...

Oke, cukup.

Kabar baiknya, gue bisa bertemu temen-temen lagi. Bisa bercandaan, ngegosip, dan nyeritain hal-hal lucu selama liburan. Gue juga bisa bertatap muka lagi dengan 'geng' tercinta, Gangster, setelah tiga bulan lamanya jarang kontak-kontakan. 

Oke, setelah menghibur diri dan mengingat kenangan masalah zona waktu ini, mari kita kembali berkuliah. Baibai... *sambil dadah-dadah*


Pesan penting kali ini:
Kalau punya temen dari belahan waktu yang berbeda, mending dikonfirmasi dulu deh kalau waktu di rumahnya dia dan rumah kita berbeda :D


_SPTW_

20/07/13

Flowers (I Hope) From You

SABTU, 20 JULI 2013
@rumah bontang
time : 11.35


Tiap gadis yang dibesarkan dengan cerita dongeng, pasti akan memimpikan hal ini. Suatu hari nanti ia akan dijemput oleh sang pangeran berkuda putih, diboyong ke istana megah, mengenakan gaun putih cantik di altar pernikahan dan membawa buket bunga yang sangat harum, kemudian menikah dan bahagia selama-lamanya. Impian yang sangat menyenangkan, bukan?
Benar. Impian yang menyenangkan. Namun, apakah semudah itu akan datang seorang pria ke hadapanmu, menyatakan perasaannya, kemudian melamarmu dan kalian menikah bahagia sampai ajal memisahkan? Sepertinya tidak sesimpel itu.

Mencari pria yang kau cintai dan mencintai sepenuh hati gampang-gampang susah. Ada kalanya kita sudah bertemu dengan pria yang (diyakini) tepat, namun ternyata orang tua tidak setuju. Ada kalanya kita sudah bertemu dengan pria yang (lagi-lagi dirasa) tepat, namun terhalang oleh kehadiran orang ketiga. Ada kalanya kita...

Oke. Cukup. Baiklah. Mari sejenak kita melupakan kenyataan. 

Biarkan imajinasi melayang dan berharap impian itu akan menjadi kenyataan. 

Bukankah itu --membiarkan imajinasi melayang-- lebih menyenangkan?


_SPTW_

18/07/13

Seorang Teman : Intan Piranti

KAMIS, 18 JULI 2013
@rumah bontang
time : 09.57


(Hehe... tumben-tumbenan gw pake bahasa rada formal. Gak apa.. Itung-itung spesial buat temen gue satu ini.)

Sesuai dengan judul blog, maka saya akan menuliskan apa yang saya ungkapkan sebenarnya dari hati. untuk foto-foto disini, diambil dari koleksi pribadi dan album si 'korban' sendiri yang tersebar di akun jejaring sosialnya. :)

Tepat hari ini sekitar 20 tahun silam. Seorang bayi perempuan mungil telah lahir dan menambah jumlah penduduk dunia, tepat pada tanggal 18 Juli 1993. Ia diberikan nama yang indah oleh orang tuanya.

Intan Piranti.

Saya tidak tahu apa arti khusus dalam nama tersebut. Namun saya yakin, nama tersebut mengandung doa dan harapan agar sang anak tumbuh dengan baik kelak.

...

Di kota inilah saya bertemu dengannya. Di kota Malang. Saya bertemu dengan Intan tanpa adanya unsur perencanaan. Kami bertempat tinggal sementara di suatu kos yang tak jauh dari kampus. Kamar kami pun bersebelahan. Intan menempati nomor 12, sementara saya nomor 13. Sekali lagi, kamar kami yang bersebelahan pun, tanpa ada suatu unsur kesengajaan.



Saya mulai mengenal Intan, begitu pun sebaliknya. Kami sama-sama kuliah di universitas yang sama, jurusan yang sama, namun di program studi yang berbeda. Setelah mengenalnya hampir satu tahun, saya mulai mengenalnya lebih dalam lagi.

Ia merupakan pribadi pekerja keras. Saya tahu itu karena setiap ada kuis ataupun ujian di kampus, ia akan langsung mengunci pintu kamar rapat-rapat dan menjalin hubungan 'intim' dengan setumpuk buku dan pulpen. Ia hampir tak bisa diganggu kala sedang belajar. Bahkan saat mengetuk pintu kamarnya pun, saya sampai sedikit menggedornya dengan keras. 

Yah, mau bagaimana lagi. Ia benar-benar berkonsentrasi apabila sedang belajar. Ia akan bekerja keras agar mendapat nilai sempurna. Intan pernah bercerita sambil memasang tampang sebal. Saat itu ia memberikan sebuah jawaban kepada teman --saat kuis berlangsung, sebab kuisnya sangat susah-- di kursi sebelahnya. Namun saat balik bertanya menanyakan jawaban, temannya itu malah tak memberitahu sama sekali. Ia bercerita pada saya sambil mengomel-omel dan merutuki temannya itu.
saat belajar atau mengerjakan tugas, tak jarang ia meminjam kamar saya
Ia merupakan sosok kreatif. Di kamar kosnya, ia menempelkan beraneka ragam hiasan yang entahlah-apa-itu. Mulai dari lukisan 3D, gantungan, poster, hingga mading hitam besar yang berisi aneka tempelan tak jelas. Oh, harus kuberitahu satu hal. Mading hitam itu dibuatnya saat masa jatuh-bangun membuat tugas ospek. Benar sekali! Saat saya sedang kelimpungan mengerjakan aneka tugas, ia malah asyik menempeli madingnya dengan aneka bentuk tempelan. Serpihan tugas ospek ditempelinya disana. Mulai dari biji semangka, sumbu kompor, hingga lem --yang dipakainya sampai habis untuk menempel-- ikut ditaruh di mading itu.

Walaupun merupakan sosok kreatif, namun untuk urusan kerapihan dan keberesan, ia perlu belajar banyak --dari saya, mungkin?--. Seringkali saya masuk ke kamarnya dan menemukan kamarnya yang hancur berantakan. Saya sendiri sering berpikir apakah ada badai tornado yang lewat dan menghantam kamarnya bak kapal pecah. Sungguh. Kamar Intan jarang terlihat rapi kecuali pada momen tertentu. Saya suka risih dengan kamarnya yang berantakan sehingga menyebabkan saya langsung membereskan tempat tidurnya dengan cepat--termasuk bantal yang keluar dari sarungnya, seprai yang tak tertata dengan benar, boneka yang berjatuhan di lantai hingga selimut yang lecek akibat ditendang kesana-kemari.

Ia merupakan pendengar dan penasehat yang baik. Saat saya sedang berbicara ataupun curhat, ia akan mendengarkannya dengan seksama kemudian memberikan komentar. Ia pandai dalam berbicara dan mengkritisi segala hal yang ada di sekitarnya.

Ia menggemari segala sesuatu tentang India. Mulai dari film, artis, hingga lagu. Ia menggemari bahkan sampai hafal dengan lirik dan gerakannya. Ia sering mengajak saya menikmati film ataupun lagu india, walaupun saya kurang begitu menikmatinya. Entahlah. Saya kurang begitu menggemari film india yang dulu sangat booming sekali di era-nya.

Ia juga pecinta film animasi Cars. Tahu 'kan film itu? Yaps! Film tentang mobil merah yang senang beradu balap di lintasan. Di dalam kamar kosnya, Intan memiliki selimut hingga karpet dengan gambar Cars. Dulu saya pernah jalan-jalan dan menemukan sebuah mug dengan gambar Cars. Saya ingin membelikannya, namun tidak jadi karena ragu apakah ia akan suka. Selain itu, ia juga mengagumi si bapak pintar, Albert Einstein. Menurutnya, orang itu sangatlah keren dengan mata sendu dan rambut putih jabriknya.

Ia seorang pecinta kuliner yang banyak makan. Oh, untuk yang satu ini saya agak iri dengannya. Intan bisa makan tiga bungkus nasi bebek favoritnya sekaligus tanpa takut gemuk. Sementara saya? Oh, jangan harap saya mau makan tiga bungkus nasi sekaligus.

Ia merupakan sosok yang suka --ini bahasa keren jaman sekarang-- galau. Selama mengenalnya, saya sering menyaksikan perubahan raut wajah dari ceria menjadi murung dan ogah melakukan sesuatu. Hubungan percintaannya dengan si pacar --akan saya inisialkan dengan CRN-- sering mengalami putus sambung. Ia sering bertengkar dengan CRN dan membuat diri sendiri galau. Ia akan ngambek dan nangis seharian. Intan pernah berkata pada saya saat ia dan CRN putus. Intan bilang, ia takkan mau kembali pada CRN. Saya pun hanya bisa mengangkat bahu dan bertanya, "Serius?". Ia pun mengangguk. Namun tak berapa lama kemudian, Ia pun kembali pada CRN dan menjalin hubungan seperti sedia kala. Duh, Intan!

Kami memiliki beberapa kesamaan.

Kami berdua menyukai ular. Benar, ular. Kau tak salah dengar. Berbeda dengan teman kami yang lain, kami berdua sangat antusias saat melihat ular bahkan berebut ingin mencium ataupun menggendongnya di pundak -kemudian bergantian untuk mengambil foto dengan kamera ponsel. Intan berkata ia senang memiliki teman seperti saya yang sama-sama tidak takut pada ular. Saya pun demikian. Pokoknya, kami benar-benar gemas pada binatang melata yang satu itu.

Kami berdua pecinta buku. Kami memiliki banyak koleksi buku di kamar masing-masing, walaupun berbeda genre. Kebanyakan buku yang dimiliki Intan adalah yang agar 'berat' sementara saya memilih yang lebih 'ringan'. Misalnya saja Intan suka buku biografi, sementara saya lebih menyukai komik dan novel.

Kami berdua sama-sama miss online. Ah, untuk yang satu ini, entahlah. Apakah patut dimasukkan ke kategori baik atau buruk. Berhubung di kos kami ada wifi dan sinyalnya lumayan kuat di area kamar kami, tak salah-lah bila saya dan Intan selalu online tiap hari. Kami sama-sama memiliki akun di berbagai situs jejaring sosial. Lucunya, ada teman kami yang berkomentar seperti ini. "Kalian ini sudah satu kos, kamar sebelahan, tapi tetep aja saling mention di twitter". Saya dan Intan pun menanggapinya dengan cengiran lebar. Memang benar. Kami sering berkomunikasi di dunia maya, walaupun di dunia nyata sendiri --saat sedang sama-sama online-- tak jarang kami berdua duduk bersebelahan di depan pintu kamar dan saling menyapa di dunia maya. Konyol memang.

Kami berdua sama-sama si tukang tidur larut malam. Bagi kami, hari baru benar-benar menunjukkan malamnya saat lewat pukul 12 malam. Kami sering tidur di atas jam 12 malam. Kami melakukan apa saja untuk menghabiskan sisa malam. Mengobrol, menonton tv di kamar saya, bercanda, hingga --tentu saja-- online hingga larut. Namun, Intan lebih parah dari saya. Ia bisa tidur pukul 3 pagi, kemudian bangun lagi pukul 5 pagi. Saya takkan sanggup tidur hanya dua jam. Bisa dipastikan kalau saya melakukan rutinitas itu tiap hari, saya akan langsung ambruk dalam perjalanan menuju kampus.

...

Well, sebenarnya masih banyak yang bisa saya ceritakan. Namun, tentu takkan muat untuk dijabarkan disini. Masih banyak aib yang bisa saya buka disini --hehe, tapi takkan saya lakukan demi Intan--

So, untuk teman baik saya, INTAN PIRANTI, posting-an ini saya buat sekaligus merayakan hari ulang tahunnya. Di usia matang yang sudah menginjak 20 tahun, semoga kamu selalu mendapatkan yang terbaik. Dan juga, takkan melupakan saya sebagai teman baik selama-lamanya.





Happy birthday, sweettie! :*

*Teman saya yang satu ini juga aktif menulis lagi di blog, setelah melihat saya sering 'nangkring' di blog. Jejak menulis Intan bisa dilihat di intanglory.blogspot.com

_SPTW_
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com