26/08/13

Pilih Mana, Lebih Langsing atau Lebih Kecoklatan?

SENIN, 26 AGUSTUS 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : 20.34


Liburan telah usai, kini saatnya menatap lurus kembali ke arah yang benar. Mulailah fokus pada kegiatan bekerja dan belajar yang seperti biasanya dilakukan sebelum liburan. Cukuplah sudah waktu rehat yang diberikan bagi otak. Sekarang saatnya mengajak otak kembali berpikir agar kembali fresh

Hahaha, kata-kata gue man! Sok bijak banget :p

Eh, tapi emang bener deh. Berhubung liburan sudah selesai, kita akan kembali disibukkan oleh aktivitas yang (mulai) menunggu menjadi tumpukan gunung. Kita akan mulai kembali kegiatan tulis-menulis --walopun jari agak-agak kaku akibat lama nggak digerakkan buat nulis--

Selama liburan ngapain aja?

Ah, kalo gue ditanya begituan, gue akan jawab dengan simpel. Olahraga

Yap, selama libur kuliah tiga bulan, gue mulai olahraga secara rutin. Ya ya ya... Gue sadar diri. Selama kuliah, gue sering banget hunting tempat makan enak disana-sini, terus jarang banget olahraga. Terus di kamar kos selalu aja ada stok cemilan. Ah, apa nggak tambah naik aja tuh angka di timbangan?! :(

sumber gambar : naiarianti.wordpress.com
Banyak yang bilang begini, Ah kalo di rumah tuh susah banget diet! Stok makanan jumlahnya melimpah, asap dapur terus mengepul. Bandingkan saat ngekos, kita mesti ribet ngeluarin duit dan mikir mau makan apa. Sewaktu di rumah nggak usah ribet coy! Tinggal buka tudung saji dan aroma makanan lezat akan merasuki hidung!

Ya, ya... Itu emang bener. Tapi, berhubung niat gue dari awal sudah bulat sebulat bola sepak, gue tetap teguh pada pendirian. Gue akan berniat untuk menurunkan bobot tubuh, seenggaknya 2-3 kilogram *sambil menyeringai lebar* 

Gue pun memilih untuk melakukan olahraga ringan, semisal lari, naik sepeda dan main badminton. Dan itu rutin gue lakukan hampir tiap hari, termasuk saat bulan puasa. Namun, saat hujan badai petir cetar membahana, tentu gue nggak akan olahraga di luar. Gue masih sayang nyawa sob!

sumber gambar : getthisrippped.com
Walaupun untuk menggerakkan badan rasanya malas sekali, namun sekali badan udah gerak, susah banget mau berhenti! Eh, ini serius loh. Lima menit pertama, gue masih ogah-ogahan. Eh eh... Tiga puluh menit kemudian, gue tanpa sadar udah lari keliling lapangan sebanyak lima kali -_-

Pagi hari, gue udah tancap gas naik sepeda keliling kompleks. Sore hari, gue lari keliling lapangan sekitar 3-4 kali. Terus porsi makan gue kurangi, tapi tetep makan 3 kali sehari. Kalo nggak tahan liat cemilan --terlebih cemilan lebaran yang udah siap di meja ruang tamu-- gue bakal mencomot SATU buah doang. Ih, iri banget sama adek gue yang dengan santainya bisa menikmati satu toples kue lebaran tanpa takut gemuk.

Hasilnya?

Gue berhasil menurunkan berat badan sekitar 2-3 kilogram selama tiga bulan! Sampai-sampai rasanya tuh timbangan pengen banget gue cium karena udah berbaik hati menurunkan sedikit bobot tubuh. Yeah, gue lebih senang menurunkan berat badan secara alami --dengan olahraga-- dibandingkan harus mengonsumsi obat-obatan tertentu. Karena biasanya kalo pake obat, hasilnya bisa kayak yoyo, naik-turun-naik-turun. Kalau dengan olahraga, kemungkinan besar hasilnya bisa bertahan lebih lama :)
sumber gambar : www.bodybuilding.com
Tapi, ya.. Ada aja 'efek' dari penurunan ini. Kulit gue sedikit berubah warna. Ehehe... Sedikit menghitam, eh enggak ding, tapi sedikit kecoklatan. Ya, mungkin aja karena gue sering lari dengan matahari sore yang masih memancarkan sinarnya dengan lembut. Tapi, gue udah sedikit mengantisipasi dengan memakai topi saat sedang olahraga.

Gue sebenernya nggak terlalu menyadari perubahan warna kulit ini. Sampai ketika gue ketemu temen kuliah setelah hampir tiga bulan nggak tatap muka, dia nyeletuk kalo kulit gue agak hitam --oh, please. pasti maksudnya sedikit kecoklatan, karena nggak mungkin gue menghitam seperti abu gosok-- Ya... Gue nyengir aja dan bilang kalo selama di rumah gue lagi rajin lari.

Gue bersyukur bisa lebih kurus, dibandingkan dengan beberapa temen gue yang mengaku tambah gemuk sewaktu liburan. Oh, man! Apa mesti gue sujud syukur saat ini juga??! *sujud syukur*


www.merdeka.com
Yah, tapi itu dia. Kulit gue jadi kecoklatan. Tapi, gue pikir-pikir lagi. Nggak apa-apa dah kulit berubah warna, asalkan badan berubah lebih sehat dan langsing. Daripada kulit putih tapi gemuk dan penyakitan? No way! Eh, tapi pengen juga sih punya kulit putih --eh maksudnya kuning langsat. kalo putih ntar dikira luluran pake cat tembok-- dan badan sehat langsing. Aahh, impian tiap wanita banget tuh~

Tapi, bagaimana pun juga, gue harus selalu bersyukur atas apa yang Tuhan telah berikan. Nggak usah pake krim pemutih tubuh ataupun obat pelangsing. Yang penting, kita harus menjaga agar tubuh tetap sehat dan terbebas dari segala penyakit. 


Benar, 'kan? *keluar lagi bijaknya gue*


_SPTW_


24/08/13

Antara WIB dan WITA

SABTU, 24 AGUSTUS 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : 14.27


sumber gambar : www.kabar24.com
Setelah hampir tiga bulan lamanya berlibur di Bontang, kini gue udah balik lagi ke tanah rantau. Zona waktu gue akhirnya berubah kembali ke waktu semula, dimana hampir belasan tahun lamanya gue menggunakan zona WITA (Waktu Indonesia Tengah), dan kini setelah tiga bulan lamanya, harus beradaptasi kembali dengan si WIB (Waktu Indonesia Barat).

Oh, ngomong-ngomong soal zona waktu, ada kejadian menarik yang bikin gue senyum-senyum sendiri. Kejadian ini melibatkan gue dan seorang temen --nggak akan gue sebut namanya--

Yah, semua tahu kan kalau Indonesia itu wilayah waktunya terbagi menjadi tiga. Yakni WIB, WITA dan WIT, dimana masing-masing zona waktu tersebut ada perbedaan waktu antara satu dengan yang lainnya. Walaupun berbeda waktu, namun tentu saja takkan berbeda tanggal kalender --kecuali kalau mau masuk pergantian tahun baru--

Bontang, yang termasuk bagian dari wilayah Provinsi Kalimantan Timur, mendapat zona WITA. Sementara tanah rantau gue selama kuliah, Malang di Provinsi Jawa Timur, kebagian zona WIB. Tentu aja, adanya perbedaan waktu selama satu jam membuat gue yang di masa-masa awal harus beradaptasi.

Oke, langsung aja ke TKP ya...

Siang itu --gue lupa lagi ngapain-- tiba-tiba aja ponsel gue bunyi. Dari bunyi doraemon yang terdengar, gue tahu kalau itu pertanda ada sms masuk. Sebenarnya bahagia juga mendengar benda itu bunyi, sebab selama liburan, ponsel gue tuh jarang banget bunyi. Entahlah, mungkin si ponsel juga pengen rehat sejenak.

Setelah masuk ke inbox, ternyata salah satu temen gue pas kuliah nge-sms gini:
awal mau nge-bales sms, gue agak bingung. ngapain nih anak nanya tanggal?
Bener deh. Gue heran dalam hati, apakah kalender di rumahnya hilang sehingga rela-rela nge sms gue yang berada nun jauh di pulau seberang hanya untuk bertanya tanggal?

Setelah itu, gue bilang kalau tanggal 19 juli. Terus dia nanya jam. Ya gue jawab aja sesuai pengatur waktu yang nongol di ponsel.

Terus, dia bales gini:

di gambar terlihat kalau jam gue jam 11, sementara jamnya dia jam 10
Karena gue pernah bilang bahwa kota gue dan kotanya dia berbeda waktu, gue pun balik sms:
memastikan? Oh, men!
Setelah ngobrol lumayan panjang, akhirnya dia ngerti juga kalau kami berbeda dan tak mungkin bersatu dalam ikatan cinta zona waktu. Dalam hati, gue pun memaklumi hal ini karena ya... bisa aja kan dia nggak tahu wilayah mana aja yang masuk WIB, dan mana yang masuk WITA. Hehe, oke, fine. Gue maklumin lo kok sob!

Bener. Gue memaklumi temen gue ini karena dia pernah cerita kalau dia nggak pernah liburan ke pulau lain, selain hanya menetap di Pulau Jawa. Berbeda dengan gue yang udah ngerasain Pulau Kalimantan dan Pulan Jawa. Jadi, soal zona waktu kali ini, gue hanya bisa menyunggingkan senyum sambil tertawa cekikikan kalau mengingatnya.

Oh, dear!

Bener juga. Kalau zona waktu gue udah balik ke WIB, itu artinya masa liburan gue tinggal menunggu waktu. Sebentar lagi kampus gue akan menyeret-nyeret mahasiswanya untuk balik kepada mereka dan kembali berkutat pada buku kuliah. Sebentar lagi, gue akan bertemu dengan dosen-dosen baru pada mata kuliah yang baru pula. Sebentar lagi gue akan...

Oke, cukup.

Kabar baiknya, gue bisa bertemu temen-temen lagi. Bisa bercandaan, ngegosip, dan nyeritain hal-hal lucu selama liburan. Gue juga bisa bertatap muka lagi dengan 'geng' tercinta, Gangster, setelah tiga bulan lamanya jarang kontak-kontakan. 

Oke, setelah menghibur diri dan mengingat kenangan masalah zona waktu ini, mari kita kembali berkuliah. Baibai... *sambil dadah-dadah*


Pesan penting kali ini:
Kalau punya temen dari belahan waktu yang berbeda, mending dikonfirmasi dulu deh kalau waktu di rumahnya dia dan rumah kita berbeda :D


_SPTW_

20/07/13

Flowers (I Hope) From You

SABTU, 20 JULI 2013
@rumah bontang
time : 11.35


Tiap gadis yang dibesarkan dengan cerita dongeng, pasti akan memimpikan hal ini. Suatu hari nanti ia akan dijemput oleh sang pangeran berkuda putih, diboyong ke istana megah, mengenakan gaun putih cantik di altar pernikahan dan membawa buket bunga yang sangat harum, kemudian menikah dan bahagia selama-lamanya. Impian yang sangat menyenangkan, bukan?
Benar. Impian yang menyenangkan. Namun, apakah semudah itu akan datang seorang pria ke hadapanmu, menyatakan perasaannya, kemudian melamarmu dan kalian menikah bahagia sampai ajal memisahkan? Sepertinya tidak sesimpel itu.

Mencari pria yang kau cintai dan mencintai sepenuh hati gampang-gampang susah. Ada kalanya kita sudah bertemu dengan pria yang (diyakini) tepat, namun ternyata orang tua tidak setuju. Ada kalanya kita sudah bertemu dengan pria yang (lagi-lagi dirasa) tepat, namun terhalang oleh kehadiran orang ketiga. Ada kalanya kita...

Oke. Cukup. Baiklah. Mari sejenak kita melupakan kenyataan. 

Biarkan imajinasi melayang dan berharap impian itu akan menjadi kenyataan. 

Bukankah itu --membiarkan imajinasi melayang-- lebih menyenangkan?


_SPTW_

18/07/13

Seorang Teman : Intan Piranti

KAMIS, 18 JULI 2013
@rumah bontang
time : 09.57


(Hehe... tumben-tumbenan gw pake bahasa rada formal. Gak apa.. Itung-itung spesial buat temen gue satu ini.)

Sesuai dengan judul blog, maka saya akan menuliskan apa yang saya ungkapkan sebenarnya dari hati. untuk foto-foto disini, diambil dari koleksi pribadi dan album si 'korban' sendiri yang tersebar di akun jejaring sosialnya. :)

Tepat hari ini sekitar 20 tahun silam. Seorang bayi perempuan mungil telah lahir dan menambah jumlah penduduk dunia, tepat pada tanggal 18 Juli 1993. Ia diberikan nama yang indah oleh orang tuanya.

Intan Piranti.

Saya tidak tahu apa arti khusus dalam nama tersebut. Namun saya yakin, nama tersebut mengandung doa dan harapan agar sang anak tumbuh dengan baik kelak.

...

Di kota inilah saya bertemu dengannya. Di kota Malang. Saya bertemu dengan Intan tanpa adanya unsur perencanaan. Kami bertempat tinggal sementara di suatu kos yang tak jauh dari kampus. Kamar kami pun bersebelahan. Intan menempati nomor 12, sementara saya nomor 13. Sekali lagi, kamar kami yang bersebelahan pun, tanpa ada suatu unsur kesengajaan.



Saya mulai mengenal Intan, begitu pun sebaliknya. Kami sama-sama kuliah di universitas yang sama, jurusan yang sama, namun di program studi yang berbeda. Setelah mengenalnya hampir satu tahun, saya mulai mengenalnya lebih dalam lagi.

Ia merupakan pribadi pekerja keras. Saya tahu itu karena setiap ada kuis ataupun ujian di kampus, ia akan langsung mengunci pintu kamar rapat-rapat dan menjalin hubungan 'intim' dengan setumpuk buku dan pulpen. Ia hampir tak bisa diganggu kala sedang belajar. Bahkan saat mengetuk pintu kamarnya pun, saya sampai sedikit menggedornya dengan keras. 

Yah, mau bagaimana lagi. Ia benar-benar berkonsentrasi apabila sedang belajar. Ia akan bekerja keras agar mendapat nilai sempurna. Intan pernah bercerita sambil memasang tampang sebal. Saat itu ia memberikan sebuah jawaban kepada teman --saat kuis berlangsung, sebab kuisnya sangat susah-- di kursi sebelahnya. Namun saat balik bertanya menanyakan jawaban, temannya itu malah tak memberitahu sama sekali. Ia bercerita pada saya sambil mengomel-omel dan merutuki temannya itu.
saat belajar atau mengerjakan tugas, tak jarang ia meminjam kamar saya
Ia merupakan sosok kreatif. Di kamar kosnya, ia menempelkan beraneka ragam hiasan yang entahlah-apa-itu. Mulai dari lukisan 3D, gantungan, poster, hingga mading hitam besar yang berisi aneka tempelan tak jelas. Oh, harus kuberitahu satu hal. Mading hitam itu dibuatnya saat masa jatuh-bangun membuat tugas ospek. Benar sekali! Saat saya sedang kelimpungan mengerjakan aneka tugas, ia malah asyik menempeli madingnya dengan aneka bentuk tempelan. Serpihan tugas ospek ditempelinya disana. Mulai dari biji semangka, sumbu kompor, hingga lem --yang dipakainya sampai habis untuk menempel-- ikut ditaruh di mading itu.

Walaupun merupakan sosok kreatif, namun untuk urusan kerapihan dan keberesan, ia perlu belajar banyak --dari saya, mungkin?--. Seringkali saya masuk ke kamarnya dan menemukan kamarnya yang hancur berantakan. Saya sendiri sering berpikir apakah ada badai tornado yang lewat dan menghantam kamarnya bak kapal pecah. Sungguh. Kamar Intan jarang terlihat rapi kecuali pada momen tertentu. Saya suka risih dengan kamarnya yang berantakan sehingga menyebabkan saya langsung membereskan tempat tidurnya dengan cepat--termasuk bantal yang keluar dari sarungnya, seprai yang tak tertata dengan benar, boneka yang berjatuhan di lantai hingga selimut yang lecek akibat ditendang kesana-kemari.

Ia merupakan pendengar dan penasehat yang baik. Saat saya sedang berbicara ataupun curhat, ia akan mendengarkannya dengan seksama kemudian memberikan komentar. Ia pandai dalam berbicara dan mengkritisi segala hal yang ada di sekitarnya.

Ia menggemari segala sesuatu tentang India. Mulai dari film, artis, hingga lagu. Ia menggemari bahkan sampai hafal dengan lirik dan gerakannya. Ia sering mengajak saya menikmati film ataupun lagu india, walaupun saya kurang begitu menikmatinya. Entahlah. Saya kurang begitu menggemari film india yang dulu sangat booming sekali di era-nya.

Ia juga pecinta film animasi Cars. Tahu 'kan film itu? Yaps! Film tentang mobil merah yang senang beradu balap di lintasan. Di dalam kamar kosnya, Intan memiliki selimut hingga karpet dengan gambar Cars. Dulu saya pernah jalan-jalan dan menemukan sebuah mug dengan gambar Cars. Saya ingin membelikannya, namun tidak jadi karena ragu apakah ia akan suka. Selain itu, ia juga mengagumi si bapak pintar, Albert Einstein. Menurutnya, orang itu sangatlah keren dengan mata sendu dan rambut putih jabriknya.

Ia seorang pecinta kuliner yang banyak makan. Oh, untuk yang satu ini saya agak iri dengannya. Intan bisa makan tiga bungkus nasi bebek favoritnya sekaligus tanpa takut gemuk. Sementara saya? Oh, jangan harap saya mau makan tiga bungkus nasi sekaligus.

Ia merupakan sosok yang suka --ini bahasa keren jaman sekarang-- galau. Selama mengenalnya, saya sering menyaksikan perubahan raut wajah dari ceria menjadi murung dan ogah melakukan sesuatu. Hubungan percintaannya dengan si pacar --akan saya inisialkan dengan CRN-- sering mengalami putus sambung. Ia sering bertengkar dengan CRN dan membuat diri sendiri galau. Ia akan ngambek dan nangis seharian. Intan pernah berkata pada saya saat ia dan CRN putus. Intan bilang, ia takkan mau kembali pada CRN. Saya pun hanya bisa mengangkat bahu dan bertanya, "Serius?". Ia pun mengangguk. Namun tak berapa lama kemudian, Ia pun kembali pada CRN dan menjalin hubungan seperti sedia kala. Duh, Intan!

Kami memiliki beberapa kesamaan.

Kami berdua menyukai ular. Benar, ular. Kau tak salah dengar. Berbeda dengan teman kami yang lain, kami berdua sangat antusias saat melihat ular bahkan berebut ingin mencium ataupun menggendongnya di pundak -kemudian bergantian untuk mengambil foto dengan kamera ponsel. Intan berkata ia senang memiliki teman seperti saya yang sama-sama tidak takut pada ular. Saya pun demikian. Pokoknya, kami benar-benar gemas pada binatang melata yang satu itu.

Kami berdua pecinta buku. Kami memiliki banyak koleksi buku di kamar masing-masing, walaupun berbeda genre. Kebanyakan buku yang dimiliki Intan adalah yang agar 'berat' sementara saya memilih yang lebih 'ringan'. Misalnya saja Intan suka buku biografi, sementara saya lebih menyukai komik dan novel.

Kami berdua sama-sama miss online. Ah, untuk yang satu ini, entahlah. Apakah patut dimasukkan ke kategori baik atau buruk. Berhubung di kos kami ada wifi dan sinyalnya lumayan kuat di area kamar kami, tak salah-lah bila saya dan Intan selalu online tiap hari. Kami sama-sama memiliki akun di berbagai situs jejaring sosial. Lucunya, ada teman kami yang berkomentar seperti ini. "Kalian ini sudah satu kos, kamar sebelahan, tapi tetep aja saling mention di twitter". Saya dan Intan pun menanggapinya dengan cengiran lebar. Memang benar. Kami sering berkomunikasi di dunia maya, walaupun di dunia nyata sendiri --saat sedang sama-sama online-- tak jarang kami berdua duduk bersebelahan di depan pintu kamar dan saling menyapa di dunia maya. Konyol memang.

Kami berdua sama-sama si tukang tidur larut malam. Bagi kami, hari baru benar-benar menunjukkan malamnya saat lewat pukul 12 malam. Kami sering tidur di atas jam 12 malam. Kami melakukan apa saja untuk menghabiskan sisa malam. Mengobrol, menonton tv di kamar saya, bercanda, hingga --tentu saja-- online hingga larut. Namun, Intan lebih parah dari saya. Ia bisa tidur pukul 3 pagi, kemudian bangun lagi pukul 5 pagi. Saya takkan sanggup tidur hanya dua jam. Bisa dipastikan kalau saya melakukan rutinitas itu tiap hari, saya akan langsung ambruk dalam perjalanan menuju kampus.

...

Well, sebenarnya masih banyak yang bisa saya ceritakan. Namun, tentu takkan muat untuk dijabarkan disini. Masih banyak aib yang bisa saya buka disini --hehe, tapi takkan saya lakukan demi Intan--

So, untuk teman baik saya, INTAN PIRANTI, posting-an ini saya buat sekaligus merayakan hari ulang tahunnya. Di usia matang yang sudah menginjak 20 tahun, semoga kamu selalu mendapatkan yang terbaik. Dan juga, takkan melupakan saya sebagai teman baik selama-lamanya.





Happy birthday, sweettie! :*

*Teman saya yang satu ini juga aktif menulis lagi di blog, setelah melihat saya sering 'nangkring' di blog. Jejak menulis Intan bisa dilihat di intanglory.blogspot.com

_SPTW_

17/06/13

Hal Yang Bisa Dilakukan Sewaktu Liburan

SENIN, 17 JUNI 2013
@rumah bontang
time : 12.18


sumber gambar : dzofar.com


Eeh.. udah bulan Juni ya? Ini artinya udah memasuki Zona Waktu Indonesia Bagian Libur nih! Kalian semua udah ngerencanain mau liburan dimana, kemana, dan sama siapa aja? *kepo banget

Oh, ini juga tulisan pertama gue di bulan Juni. Karena keasyikan di rumah, akhirnya blog ini lama gak terurus. Cup, cup, cup... kasian banget deh blog gue ini, nggak terjamah sama jemari tangan gue selama lebih dari dua minggu.

Sebagai pelajar, kita mestinya berterima kasih sama pemerintah karena diijinkan untuk rehat sejenak dari dunia persekolahan yang terdiri dari kegiatan tulis-menulis, hitung-menghitung, contek-mencontek, tugas-menugas dan ulangan yang bejibun. Bayangin dong! Otak udah dipaksa mikirin rumus segala macam selama di sekolah, masa tega bener pemerintah nggak ngasih jatah libur. Bener gak? Bener 'kan? Iyain aja deh biar gue seneng~

Liburan nggak akan berarti apa-apa kalo nggak ngelakuin hal-hal yang berguna bagi diri sendiri, orang tua, keluarga, masyarakat, serta nusa dan bangsa #tsaahh

Ini gue kasih beberapa alternatif kegiatan bagi lo yang nggak tau mau ngapain aja kalo lagi liburan.

Berwisata
Nah, ini adalah salah satu kegiatan pokok dan utama bagi lo semua. Ya 'kan? Liburan nggak ada artinya kalo lo nggak liburan ke tempat wisata. Di daerah lo masing-masing, mesti banyak banget tempat wisata. Seperti pantai, danau, air terjun, museum, taman bermain dll. Ini juga termasuk wisata kuliner di tempat tersebut.

sumber gambar : www.yukpegi.com
Atau kalo lo punya budget lebih, lo bisa liburan ke daerah lain. Ya, kalo misalnya di tempat lo nggak ada tempat wisata dan lo kebetulan nggak punya budget lebih, lo bisa kok duduk di teras depan rumah, trus ngeliatin parit yang ngalirnya mampet --ya lo anggep aja itu pantai lokal.

Beres-beres
Ini bisa juga lo artiin dengan ngeberesin otak lo yang udah error gara-gara mikirin ujian akhir dan ulangan semester yang baru aja lewat. Tapi disini, gue lebih menekankan pada kegiatan beres-beres rumah, atau nggak ya minimal ngeberesin kamar pribadi lo. Lo bisa memulainya dengan ngubek-ngubek lemari pakaian kemudian ngeberesin susunan baju yang udah nggak karuan lagi bentuknya, serta ngebenahin buku-buku yang udah nggak dipakai dan siap dimasukin ke kardus. 

sumber gambar : gabohong.blogspot.com
Atau, lo bisa menjadi anak baik dengan bersih-bersih rumah seperti ngepel, nyuci piring, dan nyuci baju. Atau kalo lo ngerasa rumah dan lingkungan udah bersih banget trus bingung mau ngeberesin apa lagi, lo bisa kok dateng ke rumah gue dan berbaik hati ngebersihin rumah gue. Tinggal kontak ke gue ya, ntar gue kasih alamatnya :D

Ngerjain tugas, belajar, dan sejenisnya
Barangkali aja, ada guru atau dosen lo yang belum mengerti makna liburan yang sesungguhnya bagi pelajar/mahasiswa, yakni dengan membebastugaskan dari segala macam bentuk penjajahan (re: tugas). Nah, lo bisa tuh mulai dengan mengerjakan tugas-tugas tersebut walaupun ya muka lo rada' masam gara-gara iri ngeliat adek lo asik hura-hura sementara lo sendiri berkutat dengan tugas.
cr on picture
Kalo lagi rajin banget, lo bisa mengulang-ulang pelajaran lalu biar nggak lupa. Jadi daripada having fun nggak jelas, lo bisa ngubek catatan pelajaran lampau dan mempelajari lagi. Yah ini masih mending loh ya daripada lo ngubek catatan kenangan bersama mantan dan akhirnya ngebuat lo mewek lagi. Hiks :"

Olahraga
cr on picture
Liburan bukan berarti cuma di rumah dan makan doang, trus numpuk lemak berlebih di tubuh. Lo bisa mulai untuk olahraga dan memulai lagi program diet yang sempat terhenti. Selain bikin sehat, kan lumayan tuh bobot badan bisa berkurang. Badan langsing, tubuh sehat, akhirnya banyak tuh gebetan cakep yang ngecengin lo :D

Memulai hobi baru

sumber gambar : finance.detik.com
Lo yang biasanya nggak suka masak, coba deh belajar masak. Lo yang biasanya  nggak suka baca, coba deh buka tumpukan buku berdebu yang lo letakin di rak teratas lemari buku. Lo yang biasanya nggak suka dandan, coba deh belajar merias diri biar makin cakep. Lo yang biasanya hobi mantau timeline gebetan, coba deh mantau timeline-nya si mantan, siapa tau mantan lo lagi kosong, jadi lo bisa deh diem-diem nyusup ke hatinya dia lagi :D

Online
Wah, kalo yang ini nih pasti jadi kegiatan favorit semua orang, entah yang muda-tua, dewasa maupun anak-anak. Semua doyan online. Apa aja diakses. Mulai dari game online, situs jejaring sosial (facebook, twitter, dsb), situs berita online, online shop dan macem-macem deh! Oh, mau nge-blog? Boleh banget! Tapi jangan sampai ketagihan online loh. Bisa jebol tuh kantong kalo keseringan, apalagi di warnet.
sumber gambar : www.hai-online.com
Pesen gue, kalo lagi online nggak usah ngebuka situs-situs aneh yang menjurus ke arah pornografi loh ya. Selain ngerusak mental, lo juga bakalan makin numpuk dosa. Inget loh, diinget ya~

Bengong
Oke, ini hal paling absurd yang lo lakuin kalo nggak tau mau ngapa-ngapain. Lo tinggal rileks, pasang badan, trus cari tempat dengan posisi paling enak. Jangan lupa, pasang tampang datar, mulut menganga dan pandangan kosong. Sip deh!

sumber gambar : danmage.wordpress.com

Oke, itu adalah beberapa kegiatan yang bisa lo lakuin kalo lagi liburan. Gue sih malahan nggak terlalu doyan online dan lebih memilih untuk melakukan kegiatan di luar ruangan, misalnya jogging. Oh, gue juga mulai suka masak dan nyoba-nyoba resep terbaru yang gue dapet.

Kalo lo, apa yang biasanya dilakukan pas lagi liburan? Ada yang pengen menambahkan?


_SPTW_

18/05/13

Pulkam Buat Mahasiswa

SABTU, 18 MEI 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : 12.18

sumber gambar : hairun-nisya.blogspot.com

Hwaaahh.. akhirnya masa yang ditunggu-tunggu mahasiswa udah datang! Selain menunggu jatah kiriman duit, masa PULANG KAMPUNG (pulkam) juga yang termasuk ditunggu-tunggu oleh mahasiswa rantau :D *ini termasuk tulisan dari hati gue loh!

Yap! Masa libur akhir semester ganjil yang berlangsung selama tiga bulan akhirnya tiba meeennn!!!

Fufufu... yang kangen rumah, MANA SUARANYAAAA???!!! *heboh sendiri*

Kampus gue termasuk yang duluan libur, tapi duluan juga masuknya *buat pak rektor, bisa nggak dijadiin 'yang duluan libur, tapi yang lamaan masuknya? :p

Tanggal 17 Mei 2013 menjadi pertanda kegiatan perkuliahan di kampus gue selesai. Setelah menuntaskan UAS, akhirnya diberilah hak kami untuk berlibur. Yeaayyy!!!

Sebagai mahasiswa yang baru masuk tahun 2012 kemarin, gue bangga dong karena bentar lagi gue bakalan punya adek tingkat! Gua nggak bakal dianggep masih MABA karena udah punya adek tingkat. Gue bakalan dipanggil 'kak' atau 'mbak' oleh adek tingkat gue. Hahahahaa.. catat itu! *sambil senyum galak ala tante antagonis di sinetron*


sumber gambar : zona-biber.blogspot.com
Gue masih inget gimana tahun lalu gue nggak bisa tenang di bulan kayak begini.Ya, karena setelah UAN berakhir, perjuangan gue nggak selesai karena masih harus menghadapi SNMPTN. Jadilah, di bulan Mei dan seterusnya hari-hari gue disibukkan dengan tumpukan soal dan latihan soal di suatu bimbingan belajar. Belajar mulu deh!

Tapi, itu beda bro! Sekarang, karena gue sudah bergelar mahasiswa, gue nggak perlu lagi stress persiapan buat ngadepin tes PTN karena adek tingkat gue-lah yang akan merasakannya :D *Eh, tapi ini nggak berlaku buat mahasiswa yang kepengen nyoba lagi tes PTN tahun ini.

Gue sih udah merasa bersyukur dengan jurusan yang gue ambil sekarang, karena kalau gue memilih buat ikut tes lagi, berarti selama satu tahun perkuliahan gue udah boros banget sama duit segepok! Yaiyalah, gue udah bayar duit buat dua semester perkuliahan. Belum lagi duit buat bayar kos dan jajan-jajan gue selama setahun. Rugi bangetttt kan?!

Makanya, waktu dulu sebelum memilih jurusan yang gue pilih sekarang, gue memikirkannya bener-bener karena nggak ingin menyia-nyiakan duit orang tua gue yang takutnya kebuang sia-sia *jadi alim*

Jadi, untuk adek-adek SMA di luar sana, sebelum memilih jurusan kuliah,  pastiin yang bener-bener sesuai minat kalian ya, biar nggak nyesel nantinya #petuahharisabtu

Lho..lho..kenapa gue malah ceramah gini?! Kan judul tulisan gue tentang pulkam..

Okay, back to the topic...

Asal gue emang dari Bontang, Kalimantan Timur. Tapi begitu libur ini gue nggak langsung pulang kesana. Yaiyalah, ngapain juga buru-buru pulang. Belum tentu disana gue bisa berleha-leha tanpa diganggu kedua adek gue yang jahilnya minta ampun :D Belum tentu disana gue bisa asyik bangun sampe siang. Hahaha... Makanya, setelah gong libur dibunyikan, gue mau jalan-jalan dulu laahh..

Banyak banget tempat liburan di jawa. Tapi, pertama-tama gue bakalan liburan ke rumahnya temen kos gue si +Intan Utomo di Prigi, Trenggalek. Baru ntar gue ke rumahnya mbah gue di Tulungagung. Nah, barulah dari Tulungagung gue bakalan balik ke Bontang.

Rencananya sih gue juga mau ke rumahnya Tutur (temen segangster gue) di Kediri. Tapi, gue nggak tau jalan dan pengennya bareng dia naik motor kesana. Tapi ya itu dia! Lu tau kan kalo si Tutur ini nggak betah banget di Malang. Ada waktu libur dikit ya dia langsung cuss ke Kediri -_______- Padahal gue masih ada keperluan di Malang jadi nggak bisa langsung pulang. Ya..dianya mah malah ngebet banget pengen pulang. Jadi ya.. antara jadi-nggak jadi ini ke rumahnya dia.

Hem, pulang kampung...

Selama perkuliahan ini berlangsung, temen-temen gue udah banyak banget yang bolak-balik pulang ke kampung halaman masing-masing. Apalagi kalo hari libur bertepatan dengan hari Jumat, wah..itu pada nyiapin diri buat pulkam. Terlebih lagi karena jadwal kuliah gue yang hari Senin-nya nggak ada jadwal kuliah. Waaahh tambah demen tuh anak kelas pulang kampung empat hari!

Hiks..hiks...

Sementara gue paling banter ya ke rumahnya mbah di Tulungagung. Gue masih waras bro untuk tidak pulang kampung ke Bontang sesering teman-teman gue, dikarenakan ya itu...masalah duit. Bayangin aja! Masa gue tega ngabisin duit orang tua gue hanya untuk bentar-bentar minta pulang? Huh, gue bukan anak tipe gituan ya! #pembelaandiri

Asli, selama kuliah satu tahun di Malang gue baru sekali pulang. Pertama waktu libur semester akhir tahun lalu (bulan Desember). Pas gue belum resmi jadi mahasiswa, gue pernah sekali pulang sesaat sebelum perkuliahan awal dimulai (bulan Agustus) karena itu juga mau idul fitri. Nggak mungkin kan gue ngabisin tahun pertama rantauan gue disini sendirian? :'(

Setelah itu, gue belum ada pulang lagi ke Bontang...

*Buat para gangster gue yang baca (Fita, Fitri, Katherine, Tutur, +anggi mega , +Ardi Wilanda  , +Bagus Kustanto dan +Febryan Yustiadi ) tolong doong jangan suka ngeledekin gue yang jarang banget pulang ke Bontang. Mana kadang diledekin pulang pakai getek pribadi... -________- Kan rumah gue jauh, nggak kayak rumah kalian yang hanya di Malang dan sekitarnya.. *mojok di pojokan*

Tapi, tenang guys. Gue nggak dendam-an kok orangnya. Gue anggep itu sebagai hiburan dari kalian. Hiburan buat gue yang jarang pulang. Karena dengan adanya kalian, mengingatkan gue kalo masih ada kalian yang senantiasa disisi gue walopun rumah gue nun jauh di seberang mata. Aaaahh.... gue sayaaaang kalian para gangster *peluk*

Ini adalah kumpulan ucapan selamat libur dari gangster gue

pagi-pagi udah dapet empat sms beruntun
makasih salamnya ya fitaa...
syumpah ni tutur, nggak enak banget salamnya!
Oh, satu lagi!

Nggak cuma enak-enakkan ya. Selama liburan, mahasiswa pasti juga akan dibuat jantungan menunggu IPK yang keluar, plus disertai rasa jengkel akibat loading SIAKAD yang lamanya naujubileehh! Belum lagi mesti KRS-an (buat yang belom tau, KRS-an itu nama lainnya nyusun jadwal kuliah. Mesti dulu-duluan karena kalo nggak takutnya kita kehabisan jatah di kelas kita akibat diserobot oleh mahasiswa kelas lain!) yang kadang ngebuat mahasiswa mesti bangun tengah malem karena pada saat itu loading nya SIAKAD lumayan lancar jaya.

Doa tambahan gue, semoga IPK gue membaik dari IPK semester lalu. Yaaa,. smoga aja dosen gue lagi berbaik hati dan ngasi gue nilai A dan akhirnya ngebuat gue bangga karena IPK gue sempurna 4,00 !!

Kata penceramah gue di TDI, agar doa kita dikabulkan maka berdoanya harus dari hati yang dalam (Ini adalah satu-satunya ceramah yang gue ingat sampai sekarang). Oke, mari berdoa bersama-sama.

AAAAAAMIINNNNNNN...

Gue juga punya banyak rencana di liburan mendatang.

1. Ngabisin quality time bersama keluarga tercinta :*
2. Banyakin berdoa biar IPK bagus O:)
3. Banyakin olahgara biar bobot badan nggak nambah selama liburan  (^^)9 <- termasuk biar doanya tutur nggak kesampaian
4. Nyari jodoh mungkin (?) *eh!

Ehm, oke..

Jadi, kesimpulan dari semuanya, dari semua yang udah diceritain diatas adalah:

1. Pulkam adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh semua mahasiswa

2. Bentar lagi gue bakalan punya adek tingkat! <-- yang ini kayaknya gak penting blas

3. Bentar lagi gue pulkam, jadi ntar lokasi gue bukan lagi @kamar kos bendungan wlingi, tapi jadi @kamar pribadi di Bontang :D

4. Gue akan berusaha smoga rencana gue tercapai semua. AMIN! 


_SPTW_






14/05/13

Memilih Tidak Pacaran Itu Berarti...

SELASA, 14 MEI 2013
@kamar kos bendungan wlingi
time : 15.23


sumber gambar : islampos.com

Tadi gue baru aja selesai ngerjain tugas kuliah. Sambil berselancar di laut dunia maya, gue nemuin gambar yang menurut gue..ya... (lihat gambar diatas)

Kalo dipikir-pikir ya bener juga. Ngapain pacaran lama-lama tapi ujungnya nggak nikah-nikah. Bener gak?

Banyak kasus misalnya udah pacaran bertahun-tahun, eeh malah putus di tengah jalan. Atau mungkin menikah karena alasan 'kecelakaan'. Aduh, jangan sampai deehh.. *getok-getokin meja*

Gue barusan baca artikel menarik dari satu fanpage Lautan Cinta Penuh Berkah di facebook. Setelah baca sana-sini, ada yang menarik banget gue baca, kayak gini...



"MEMILIH TIDAK PACARAN ITU BERARTI MEMULIAKAN DIRI"

Memilih untuk tidak pacaran itu, Berarti telah menjaga keteguhan hati.

Memilih untuk tidak pacaran itu, Berarti telah menyayangi diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu, Berarti telah menjaga kefitrahan diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu, Berarti telah menyelamatkan diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu, Berarti telah menjaga kecantikan diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu, Berarti telah menjaga kesucian diri.

Memilih untuk tidak pacaran itu, Berarti telah menjaga kemuliaan diri.

Biarkan saja jika yang lain dengan bangganya bercerita tentang keindahan cinta belum halalnya.

Mereka belum menyadari bahwa pacaran bisa menjerumuskannya. Mereka belum menyadari bahwa pacaran bisa berujung penyesalan di kemudian hari. Mereka belum menyadari bahwa pacaran jaman sekarang lebih banyak hanya mengobral nafsu belaka.

Masihkah mau mengkhayalkan serta menginginkan hubungan tanpa ikatan yang tidak diridhai-Nya?

Wuih, gue yang baca langsung terhenyak. Ealah.. bener sih. Jaman sekarang pacaran hanya mengobral nafsu belaka. Jarang banget gue liat pacaran yang bener.

Eeh! Bukan maksud gue men-judge orang yang pacaran semuanya begitu, tapi inilah realita yang kita temui saat ini.

Belum lagi kalo pacaran pasti akan ngabisin duit, ntah beli kado ini-itu buat pacar atau traktir pacar pas jalan berdua. Ntar kalo putus, baru keinget deh udah berapa duit yang habis keluar sia-sia untuk pacar yang akhirnya menjadi MANTAN PACAR..

Jadi, buat lu semua yang masih single, berbahagialah karena lo bisa menjaga kemuliaan  untuk pasangan halal lu kelak. Dan untuk yang udah punya status in relationship sama pacarnya, dijaga yaa hubungannya biar nggak menuruti hawa nafsu dan bisa menjejaki jenjang pernikahan ◦^^◦​​



*ya ampun, omongan gue sore ini kenapa kok ke arah pernikahan? -_____-

_SPTW_ 

 
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com